Ditegur Mendagri Karena Langgar Protokol Kesehatan, Ini Kata Wali Kota Bukittinggi

Ramlan Nurmatias
Ramlan Nurmatias (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF --Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menanggapi pertanyaan terkait namanya masuk sebagai salah satu petahana yang ditegur Mendagri karena melanggar protokol kesehatan.

Pelanggaran yang dilakukan Ramlan, yakni menimbulkan kerumunan massa saat melakukan pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi , bersama pasangannya Syahrizal ke KPU pada Minggu 6 September 2020.

baca juga: Bawaslu Lima Puluh Kota Telah Keluarkan 6 Peringatan Tertulis untuk Calon yang Melanggar Aturan Kampanye

"Ya biasalah, saya patuh saja. Tapi bagaimana lagi, kejadiannya seperti itu. Saya tidak ada menyuruh orang datang,"ucap Ramlan, Rabu 16 September 2020.

Ramlan mengatakan, ia belum menerima surat teguran dari Mendagri dan jika sudah diterima akan diliihat seperti apa tegurannya.

baca juga: DPRD Sumbar Minta Pemprov Buat Aturan Khusus Terkait Pelaksanaan MTQ Saat Pandemi

"Sampai sekarang kan belum muncul kluster dari sana, jika ada tentu bahaya. Kita tunggulah suratnya dulu karena belum diterima,"pungkasnya.

Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi ke KPU dilakukan pada 5-6 September 2020. 5 September, Irwandi - David Chalik lebih dahulu mendaftar. Esoknya giliran Erman Safar dan Marfendi serta terakhir Ramlan-Syahrizal.

baca juga: Puluhan Pengendara Masih Melanggar Saat Operasi Zebra, Ini Imbauan Polres Tanah Datar

Ketiga pasangan ini, membawa massa dalam jumlah besar saat mendaftar ke KPU, sehingga Bawaslu setempat juga menyoroti banyaknya kerumunan yang melanggar protokol COVID-19.

Sebelumnya, seperti dilansir dari Kompas.com, nama Ramlan masuk diantara 72 petahana yang ditegur Kemendagri akibat pelanggaran protokol kesehatan saat mendaftar ke KPU.

baca juga: Satgas Bencana BUMN Sumbar Salurkan Puluhan Ribu Masker untuk Masyarakat

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Ramadhani