Kembangkan Wisata Pedesaan, Pemkab Solok Latih Pengelola Homestay

Bupati Solok, H. Gusmal membuka pelatihan bagi 40 orang pengelola Homestay dan pondok wisata kabupaten Solok
Bupati Solok, H. Gusmal membuka pelatihan bagi 40 orang pengelola Homestay dan pondok wisata kabupaten Solok (Ist)

SOLOK, KLIIKPOSITIF - Kendati di tengah wabah Corona, Pemerintah Kabupaten Solok tetap mengoptimalkan pengelolaan sektor pariwisata. Sejumlah objek wisata di Kabupaten Solok telah kembali beroperasi pasca PSBB beberapa waktu lalu.

Menurut Bupati Solok, H. Gusmal, Industri jasa sektor pariwisata telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam pembangunan perekonomian, pengembangan wilayah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

baca juga: Al-Azhar Mesir Memanggil, Hafizah Asal Solok Belum Juga Punya Biaya

"Pariwisata telah berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menciptakan lapangan kerja. Wisata juga berperan aktif pada kerangka pelestarian SDA dan budaya," ungkap Gusmal saat membuka pelatihan tata kelola homestay dan pondok Wisata , Kamis (17/9/2020) di Kyriad Bumi Minang Hotel Padang.

Menurutnya, Kabupaten Solok adalah salah satu daerah yang mempunyai sektor wisata dan alam yang indah dengan potensi 5 danau dan mempunyai kultur masyarakat dengan budaya khas, potensi wisata dengan konsep wisata pedesaan sangat berpotensi.

baca juga: Positif Covid-19 di Solok Capai 221 Kasus, 6 Orang Meninggal

Wisata pedesaan/desa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan terutama bagi mereka yang hidup di perkotaan. Desa wisata dibentuk dengan konsep kembali ke alam serta menawarkan kehidupan masyarakat yang lebih alami serta menampilkan kekayaan budaya daerah setempat.

" Homestay merupakan bagian dari daya tarik wisata yang didapatkan oleh wisatawan dalam berkunjung ke desa wisata . Untuk itu pengelolaannya harus profesional," terangnya.

baca juga: Iriadi Dt Tumanggung Adukan KPU dan Bawaslu Kabupaten Solok Terkait Pencemaran Nama Baik ke Mapolda Sumbar

Menurut Gusmal, Homestay merupakan salah satu usaha pariwisata yang langsung dikelola oleh masyarakat di destinasi pariwisata khususnya, di desa wisata . Masyarakat bisa langsung merasakan dampak ekonomi dari pengembangan pariwisata.

"Pelaku usaha homestay perlu diberikan bimbingan dan pembinaan, sehingga mereka bisa memahami bagaimana cara melayani wisatawan dengan maksimal," terangnya.

baca juga: Mahasiswa Solok Tolak UU Ciptaker, Bupati Bakal Teruskan ke Pemerintah Pusat

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok , Nasripul Romika menjelaskan, di Kabupaten Solok sendiri sudah ada empat nagari yang dijadikan pilot project pengembangan kampung budaya.

Pengembangan tersebut juga dibarengi dengan munculnya puluhan kelompok sadar wisata . Saat ini jumlahnya baru 25 Pokdarwis, nantinya ditargetkan bakal ada di setiap nagari di Kabupaten Solok .

"Sedangkan untuk jumlah homestay yang sudah terdata di Kabupaten Solok , sebanyak 95 homestay yang tersebar di sejumlah kampung budaya/desa wisata , dengan pengelolaan yang maksimal, citra pariwisata Kabupaten Solok akan kembali hidup," bebernya.

Pelatihan tata kelola Homestay , pondok wisata , rumah wisata tahun 2020 merupakan salah satu jenis pelatihan yang dialokasikan oleh kemenparekraf RI untuk dapat dilaksanakan di Kabupaten Solok .

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 16 hingga 18 september 2020 bertempat di Kyriad Bumi Minang Hotel Padang dan ditutup study lapangan ke pulau kapo-kapo di Kabupaten Pesisir.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi