BNNK Payakumbuh Lakukan Tes Urine di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam

Kepala BNNK Payakumbuh saat sosialisasi di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam
Kepala BNNK Payakumbuh saat sosialisasi di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam (Ade Suhendra)

KLIKPOSITIF - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh lakukan pemeriksaan urine terhadap pegawai di Kementrian Hukum dan Ham RI Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, Kamis 17 September 2020. Kegiatan ini digelar untuk memeriksa urine semua pegawai Kementrian Hukum dan Ham RI Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam sehingga memastikan pelayanan berjalan maksimal tanpa adanya satupun pegawai yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNNK Payakumbuh AKBP Sarminal mengatakan kegiatan pemeriksaan urine ini diawali dengan sosialisasi tentang Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pemeriksaan urine terhadap 54 orang pegawai Kementrian Hukum dan Ham RI Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam.

baca juga: Pemko Payakumbuh tak Batasi Jumlah Penerima BPUM Tahap II

"Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang Bersih Dari Narkoba (BERSINAR)," kata Kepala BNNK Payakumbuh AKBP Sarminal.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam Oeray Gufran Maryudha mengatakan pemeriksaan urine bagi para pegawai adalah bagian dari komitmen dalam memerangi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan urine ini juga bagian dari tindakan nyata di tubuh Kemenkumham khususnya di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam dalam mewujudkan pelayanan tanpa adanya satu pun pegawai yang terlibat di dalam penyalahgunaan tersebut.

baca juga: Transfer Dana Pusat Berkurang, Kota Payakumbuh Harus Lakukan Efisiensi Pada APBD 2021

"Pemeriksaan urine terhadap seluruh pegawai dilakukan secara mendadak tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. Tes dilakukan guna menciptakan ASN yang bersih dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang lainnya," katanya.

[Ade Suhendra]

baca juga: Operasi Yustisi di Payakumbuh Sembilan Hari, 196 Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Pundi F Akbar