PKS dan PDIP Bergandengan di Pilkada Pasbar, Ini Alasannya

Kiri, Calon Wakil Bupati Risnawanto, Ketua DPD PKS Pasbar Fajri Yustian dan Ketua DPC PDIP Pasbar Dedi Lesmana
Kiri, Calon Wakil Bupati Risnawanto, Ketua DPD PKS Pasbar Fajri Yustian dan Ketua DPC PDIP Pasbar Dedi Lesmana (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) Pasaman Barat Fajri Yustian menampik anggapan jika PKS dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) sulit berkoalisi dalam Pilkada 2020.

Menurutnya PKS membangun komunikasi politik bukan menentukan pilihan berdasarkan kemauan internal partai, namun berdasarkan aspirasi masyarakat yang dibangun dari bawah dan berdasarkan hasil survey yang dilakukan.

baca juga: Seorang Anggota DPRD Pasaman Barat Positif Corona

"Jadi dalam pilkada berbeda hal nya dalam berbicara konteks pemilihan legislatif. Kita berbicara kepentingan rakyat, bukan kepentingan partai," sebut Fajri Yustian kepada KLIKPOSITIF .

Bagi partainya dalam konteks pilkada semua partai itu sama, karena punya visi misi yang sama-sama untuk kepentingan rakyat. Maka kata dia, PKS melirik semua partai, tidak memilah-milah partai manapun.

baca juga: Tuduhan Penyaluran BPUM Ditunggangi, Ini Klarifikasi Kadis Koperindag Pasbar

"Jadi kita siap merangkul semua partai untuk membangun Pasaman Barat ( Pasbar ), jadi kita tidak pernah memilah-milah partai manapun. Kita juga menampik, bahwa PKS tidak akan pernah mau berkoalisi dengan PDIP . Itu tidak benar," tegasnya.

"Buktinya kita berkoalisi di Pasbar dengan mengusung paslon Hamsuardi dan Risnawanto (HamRis). Sepanjang itu kepentingan rakyat bersama, kita akan berkoalisi. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan isu nasional di daerah," sambungnya.

baca juga: Polisi Tangkap Tangan Pelaku Togel Online di Pasaman Barat

Dijelaskan Fajri lebih lanjut, sepanjang survey yang dilakukan partainya, masyarakat di daerah itu tidak melihat partai, namun lebih melihat sosok yang pantas memimpin dan bisa mengayomi masyarakat di Bumi Mekar Tuah Basamo itu.

"Bagi masyarakat, lebih melihat dan mengutamakan sosok yang bisa mendengarkan dan menyalurkan aspirasi serta membuat kebijakan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri, itu kita lihat di pasangan HamRis," terangnya.

baca juga: Mahasiswa Segel Kantor DPRD Pasaman Barat

Dalam hal sosok, Fajri memaparkan, PKS lebih melihat sosok Calon Wakil Bupati Risnawanto meski notabene nya beliau adalah kader PDIP . Dalam artian catatan-catatan negatif dalam survey tidak terdengar di tengah-tengah masyarakat

"Kita lebih melihat sosok Risnawanto dari pada partai. Beliau ini orang yang berpengalaman, soleh, loyal, trade record nya bagus dan kemudian tidak memiliki cacat berpolitik," paparnya.

Ia juga menjelaskan, Risnawanto ini adalah mantan wakil bupati pertama di Pasaman Barat dan sosok yang sangat dikenal. Kemudian dalam hal pengusungan akan lebih mempermudah karena kader PDIP .

"Memang kita akui, dua partai ini saja tidak cukup mengusung pasangan ini. Namun, Alhamdulillah ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang ikut mengusung, sehingga jumlah kursi berlebih menjadi 11 kursi DPRD dari 8 kursi DPRD syarat pencalonan," jelasnya.

"Jadi terkait isu yang beredar itu tidak benar, PKS dan PDIP serta bersama PAN hari ini, ingin mewujudkan keinginan masyarakat bukan keinginan partai," sambungnya.

Menurutnya pasangan ini sangat ideal, berkepribadian sangat soleh, agamais, akhlak nya baik dan mau mendengarkan aspirasi masyarakat, pergaulannya bagus serta tidak membeda-bedakan suku.

Untuk itu PKS memutuskan mengusung pasangan tersebut dengan berkoalisi bersama PDIP dan PAN. Dalam membangun koalisi dengan partai lain intinya adalah memperhatikan kondisi daerah itu dan mengutamakan kepentingannya masyarakat.

Ia juga mengatakan, di PKS ada tradisi yakni kader partai artinya PKS mengambil aspirasi dari cabang yakni di daerah yang layak diusung untuk calon bupati atau calon wakil bupati.

Sehingga dari aspiarsi ini lah akan muncul suara-suara kader yang nantinya pantas diusung oleh partai. Contoh, Hamsuardi salah satu calon tunggal yang diusung dari cabang untuk direkomendasi ke propinsi dan pusat.

"Meski ada nama saya yang muncul waktu itu, tetapi kita harus realistis bukan karena saya sebagai ketua. Kita harus melihat juga permintaan di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia juga menambahkan, sejauh ini dalam pilkada serentak di Sumbar hanya di Pasaman Barat PKS dan PDIP berkoalisi. Namun untuk daerah lain di luar Propinsi Sumbar ada juga yang berkoalisi.

" Pasaman Barat ini miniatur Indonesia, di sini masyarakatnya memilih pemimpin bukan melihat partai. Jadi pasangan Hamsuardi dan Risnawanto ini yang layak menurut kita, dengan mengusung tag line 'Santun dan Berpengalaman," tegasnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi