KPU Lima Puluh Kota Minta Masyarakat Proaktif Cermati DPS

Bimtek KPU bersama PPK se-Kabupaten Lima Puluh Kota.
Bimtek KPU bersama PPK se-Kabupaten Lima Puluh Kota. (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lima Puluh Kota umumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) 2020.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat setempat dapat memberikan masukan dan tanggapan kepada KPU.

Komisioner KPU Lima Puluh Kota , Eka Ledyana saat dihubungi, Sabtu 19 September 2020 mengatakan Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2019Pasal 17 menginstruksikan KPU dan jajaran mengumumkan DPS kepada masyarakat. Pengumuman itu untuk memastikan apakah warga setempat yang berhak memilih pada pilkada 2020 sudah masuk dalam DPS tersebut atau belum.

baca juga: Bawa 6 Jerigen Tuak, Pengendara Ini Ditangkap Saat Razia Masker di Payakumbuh

"Kami minta masyarakat untuk proaktif memastikan apakah sudah terdata sebagai pemilih untuk Pilkada 2020 serta juga mencermati dan memastikan apakah data yang diumumkan sudah benar atau belum" katanya.

Ia menjelaskan, pengumuman DPS ini berlangsung selama 10 hari yang dimulai sejak hari ini 19 September 2020 hingga 28 September 2020 di Kantor Wali Nagari setempat, di kantor jorong atau lokasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Menurutnya, penempelan DPS hingga sampai ke jorong tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat untuk mengecek dan memastikan apa hak memilih mereka diakomodir di pilkada tahun ini.

baca juga: Inovasi Pelayanan Kesehatan RSUD Painan Saat Pandemi

"Terkait masih ada warga yang belum terdaftar atau identitas yang salah, baik itu masyarakat, pemilih, pihak keluarga, atau pihak berkepentingan dapat memberikan masukan, sehingga data pemilih tersebut akurat. Usulan perbaikan, selain perubahan identitas, juga meminta masukan masyarakat apakah masih pemilih yang telah memenuhi syarat, pemilih sudah/pernah kawin di bawah umur 17 tahun, atau pemilih sudah pensiun dari TNI/Polri belum masuk dalan DPS," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa saat pemilih yang seharusnya tidak memenuhi syarat, seperti berubah status menjadi TNI/Polri, pemilih sudah meninggal dunia, pemilih pindaha domisili, pemilih terdaftar lebih dari 1 (satu) kali, atau pemilih terdaftar tetapi sudah tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih. Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan masukan dan menyampaikan kepada PPS yang ada di masing-masing nagari, PPK di setiap kecamatan, ataupun KPU Kabupaten Lima Kota.

baca juga: Residivis "Edi Cotok" Dibekuk Polres Lima Puluh Kota, Satu Temannya Lari ke Hutan

"Saat hendak memberikan usulan perbaikan data atau belum terdaftar sebagai pemilih untuk Pilkada 2020 agar menunjukkan dan menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) atau surat
keterangan dari Pemilih yang informasinya
diusulkan untuk diperbaiki, serta mengisi formulir Model A.1.A-KWK," kata Eka Ledyana.

Sementara itu, Wakil Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Perdatin) KPU Kabupaten Lima Puluh Kota , Arwantri mengatakan pihaknya telah menetapkan DPS untuk Pilkada 2020 sebanyak 268.757 pemilih, dengan perincian 131.211 laki-laki dan 137.546 perempuan. Pemilih tersebut tersebar pada 796 TPS di 79 nagari atau desa adat dan 13 kecamatan.

baca juga: Libur dan Cuti Bersama, Pjs Bupati Solsel Ingatkan Hal Ini

"Seperti diketahui, Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2020 ikut dalam Pemilihan Serentak dengan dua pemilihan yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota ," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri