Akan Cuti, Ini Pesan Abdul Rahman Untuk ASN di Solsel

PLt Bupati Solok Selatan Abdul Rahman
PLt Bupati Solok Selatan Abdul Rahman (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Sehari sebelum memasuki masa cuti selama pilkada serentak tahun 2020, Plt Bupati Solok Selatan , Abdul Rahman pesankan, Aparatur Sipil Negara (ASN) agar jangan ikut berpolitik atau terbawa arus politik.

Abdul Rahman mengatakan pada Rabu (23/9/2020) hari terakhir dirinya melaksanakan tugas dan fungsi sebagai Plt Bupati Solok Selatan setelah itu pihaknya menjalankan cuti selama masa kampanye.

baca juga: Tiga Pimpinan DPRD Bertemu Pjs Bupati Solsel, Ini yang Dibahas

Sedangkan Tugas Bupati akan diemban atau digantikan oleh Penjabat Bupati yang ditunjuk Gubernur Sumbar.

"Jangan sampai ASN jadi korban politik karena ikut berpolitik atau jadi tim sukses salah satu kandidat Bupati dan Wakil Bupati Solsel ," kata Plt Bupati Solok Selatan Abdul Rahman.

baca juga: Terbukti Bersalah, Muzni Zakaria Divonis Empat Tahun Penjara

Diketahui, tiga orang pejabat utama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan maju di Pilkada serentak 2020, yakni Plt Bupati Solsel Abdul Rahman, dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solsel Erwin Ali. Sedangkan Sekdakab Solsel Yulien Efi maju sebagai Kandidat calon Wakil Bupati Solsel berpasangan dengan Khairunas.

Abdul Rahman melanjutkan, nantinya Plt Kepala BKPSDM Solsel akan dijabat oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Pemkab Solsel Hapison

baca juga: Bawaslu Solsel Perpanjang Masa Perekrutan Panwas TPS

"Plt Sekdakab Solsel juga sudah diusulkan ke Pemprov Sumbar. Beliau adalah pejabat paling senior yang saat ini menjadi asisten I bidang pemerintahan Fidel Effendi," katanya.

Abdul Rahman mengingatkan dengan menyatakan maju di Pilkada tiga orang pejabat dijabatan strategis tersebut, ASN harus kokoh dengan tugas sebagai abdi negara, jangan sampai ikut serta berpolitik yang nantinya bisa merugikan diri pribadi.

baca juga: Awasi 100 Kampanye Tatap Muka Bawaslu Solsel Ingatkan Paslon Patuhi Protokol Kesehatan

"Jangan sampai melanggar disiplin, Para pegawai bekerjalah di kantor masing-masing sesuai tupoksi. Jaga disiplin dan tidak memasuki ranah politik selagi berdinas," katanya.

Dia berharap ASN menjaga netralitas, tidak memihak kesalah satu bakal calon.

Sebab katanya, jangankan menyatakan diri sebagai tim sukses, memberi like salah satu postingan medsos saja bisa mengakibatkan terjadinya pelanggaran Pilkada, setelah bakal calon ditetapkan oleh komisioner KPU.

Menurutnya, ASN hanya memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), bukan bersuara, atau berkomentar, apalagi terang-terangan mengajak orang lain berpihak ke salah satu calon.

"Terakhir mari jaga netralitas, dengan begitu ASN bisa menjadi penyejuk di tengah masyarakat sehingga Pilkada dapat berjalan dengan damai dan badunsanak," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi