Badai Terus Berlanjut, Nelayan di Pariaman Takut Melaut

Kapal nelayan tak melaut
Kapal nelayan tak melaut (Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Sudah sepekan badai terjadi di perairan kota Pariaman . Kejadian itu membuat para nelayan di pesisir Kota Tabuik itu terpaksa tidak melaut , Jumat 9 Oktober 2020.

Tujuh hari belakangan hujan beserta badai melanda kawasan kota Pariaman . Semenjak itu pula tampak para nelayan tidak melaut . Nelayan mengatakan bahwa cuaca tidak memungkinkan bagi mereka untuk mencari ikan.

baca juga: Jamin Kelancaran Pemungutan Suara, Petugas TPS di Pariaman Lakukan Rapit Tes

"Iya, sepekan ini cuaca tidak menentu. Badai terus terjadi kadang semenjak pagi hingga menjelang siang. Kadang sore hingga malam. Selama itu juga kami terpaksa tidak mencari ikan," ungkap Eki Hermanto, salah satu nelayan yang tinggal di Desa Pauah, Kota Pariaman , Jumat malam 9 Oktober 2020.

Lebih lanjut bapak 3 orang anak itu menuturkan, sembari menunggu cuaca membaik, dia hanya memperbaiki jala ikan serta merawat kapal miliknya.

baca juga: Avanza Tabrak Mobil Parkir di Padang Pariaman

"Akibat tidak melaut , pendapatan berkurang lantaran tidak ada ikan yang akan dijual. Sementara itu permintaan pasar atau warga saat ini banyak. Ada juga warga yang langsung datang ke rumah untuk beli ikan," jelas Eki pria yang berusia 29 tahun itu di kedai dekat pasar Pariaman .

Tidak hanya Eki, Risman Acong (34), yang juga bekerja sebagai nelayan di Pariaman , mengeluhkan hal yang sama. Dikatakannya saat dipaksakan melaut dalam kondisi cuaca saat ini, hasil tangkapan pun sangat sedikit.

baca juga: Warga Temukan Jasad di Pantai Pariaman, Polisi Berhasil Mengidentifikasi

"Cari ikan di tengah badai pun tidak bisa dapat banyak, sedikit dapat ikan namun lelahnya sangat terasa. Belum lagi rasa cemas terhadap gelombang besar," sebut Risman.

Menurut Risman, kondisi ekonominya saat ini sudah mulai mengkhawatirkan, karena sudah beberapa hari belakangan minim pemasukan.

baca juga: Dorongan Agar Susi Jadi Menteri KKP Lagi Semakin Kencang, Analis: Masuk Akal

Bapak yang dikaruniai 2 orang anak iti berharap agar badai cepat berlalu dan dia bersama teman nelayannya kembali mengais rezeki di lautan.

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi