Tingkatkan Keselamatan Pengendara di Perlintasan, PT KAI Divre II Gelar Sosialisasi ke Jalan

Sosialosasi keselamatan berlalu-lintas saat di perlintasan oleh KAI Sumbar
Sosialosasi keselamatan berlalu-lintas saat di perlintasan oleh KAI Sumbar (Ist)

KLIKPOSITIF - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang di JPL 17 Linggarjati dan JPL 9 Jl. KH. Ahmad Dahlan Kota Padang, Rabu, 14 Oktober 2020. Selain di Divre II, Sosialisasi Keselamatan pun dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah kerja PT KAI .

"Sosialisasi keselamatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang. Sehingga harapannya angka kecelakaan di perlintasan sebidang dapat ditekan," ujar Kepala Humas Divre II Sumatera Barat, U. Rusen Permana.

baca juga: Ini Penjelasan PT KAI Sumbar Terkait Kecelakaan di Perlintasan Liar Pariaman

Dalam kegiatan ini, Divre II menggandeng Komunitas Pencinta Kereta Api Divre II Sumatera Barat (KPKD2SB) untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Rusen mengatakan, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan karena keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama.

Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan membentangkan spanduk dan membagikan sticker yang berisi peraturan dan tata cara berkendara saat melewati perlintasan sebidang.

baca juga: Kereta Api Tabrak Mobil di Pariaman, Warga dan Plt Walikota Pariaman Sebut Diluar Jadwal Biasa Serta Tidak ada Penjaga Perlintasan

Perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Banyaknya perlintasan sebidang di sepanjang rel dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api . Hal tersebut juga menjadikan perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, pengguna jalan diwajibkan menaati aturan dengan berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain. Pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. Aturan tersebut telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114.

baca juga: Kereta Api Tabrak Mobil di Pariaman, Satu Keluarga Dilarikan ke Rumah Sakit

Rusen mengatakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang akan terus dilakukan. Ia juga berpesan kepada masyarakat pengguna jalan agar dapat berdisiplin dan mengutamakan keselamatan.

"Dengan tertibnya masyarakat pengguna jalan dan peran optimal seluruh stakeholder, diharapkan keselamatan di perlintasan sebidang dapat terwujud. Sehingga perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan juga selamat sampai di tujuan," tutup Rusen.

baca juga: Misterius, 7 Gerbong Kereta Api Meluncur Sendiri Sejauh 2,3 Kilometer

Editor: Khadijah