Karena Hal Ini, Jalan Baru di Tempat Ini Ditanami Pohon Kelapa

Penanaman pohon kelapa di jalan yang baru dibangun
Penanaman pohon kelapa di jalan yang baru dibangun (KLIKPOSITIF/Rehasa)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Pembangunan jalan baru di Korong Subarang Padang, Nagari Padang Kandang Pulau Air Padang Bintuang, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman - Sumbar, tidak berjalan mulus. Meski baru dibangun, namun jalan itu malah ditanami pohon kelapa, Sabtu 17 Oktober 2020. Akibatnya, jalan itu tidak bisa dilewati roda empat, dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

Penanaman pohon di ruas jalan kampung ini dipicu kekecewaan pemilik tanah yang merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan jalan tersebut. Padahal pembangunan jalan baru itu mengorbankan tanah dan tanaman puluhan pemilik tanah. Pemilik tanah itu meminta proyek pembangunan jalan tersebut ditunda atau dihentikan.

baca juga: Mahasiswa Demo di DPRD Padang Pariaman Soal Tarok City dan Tambak Udang

Salah seorang pemilik tanah yang bernama Suherman menuturkan pada KLIKPOSITIF , pihak Kerapatan Adat Nagari (KAN) beserta Wali Korong memaksa salah satu pemilik tanah untuk setuju agar tanahnya diserahkan untuk membangun jalan.

"Ada juga yang dipaksa oleh KAN dan Korong dengan ancaman kalau tidak mau maka akan dikucilkan di nagari," ungkap Suherman saat dijumpai di lokasi pembangunan jalan itu, Sabtu 17 Oktober 2020.

baca juga: Bahu Jalan di Sungai Geringging Kembali Rusak

Terkait itu semua, kata Suherman lagi, pihaknya beserta warga lainnya telah membuat surat laporan yang diteruskan kepada kejaksaan, camat, nagari bahkan kepada pihak kepolisian.

"Namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Kami telah meminta kepada wali nagari agar menunda pembuatan jalan tersebut, namun tidak ditanggapi. Jalan tetap dibuat," ungkap Suherman.

baca juga: Optimis Raih Anugerha KIP, III Koto Aur Malintang Terapkan Branding Nagari

Suherman dan pemilik tanah lainnya merasa dirugikan terkait pembangunan jalan beton tersebut. Pihaknya menyesali karena tidak dilibatkan dalam musyawarah terkait jalan itu.

"Kenapa kegiatan ini tetap dilanjutkan, sementara kami tidak dibawa bermusyawarah padahal itu tanah kami," jelasnya.

baca juga: Pemilik Ranmor Berbagai Kasus Diminta Segera Ambil Kendaraan di Polres Padang Pariaman

Dikatakannya, pemilik tanah yang merasa dirugikan itu tidak akan pernah setuju dan mengikhlaskan pembangunan tersebut. Selain itu pihak pemilik tanah menanam pohon kelapa di areal jalan tersebut agar pembangunan jalan bisa ditunda.

Sementara itu Wakil Ketua LPM Nagari Pulau Kandang bernama Mustarah Deswan (51) saat dihubungi menuturkan perihal senada.

"Saya selaku Wakil Ketua LPM di nagari ini juga tidak dilibatkan dalam musyawarah pembangunan jalan itu. Sepertinya ada oknum yang 'bermain dalam masalah ini," ungkap Wakil Ketua LPM yang kerap disapa An.

Menurut Deswan ada pemaksaan dari pihak terkait agar pemilik tanah bersedia memberikan tanah untuk dijadikan jalan. "Bahkan ada pemilik tanah yang tidak diikutsertakan dalam musyawarah untuk membangun jalan," sebut Deswan.

Selain itu, kata Deswan lagi, dari dulu tanah tersebut telah menjadi masalah namun masalahnya sempat teredam. "Nah sekarang timbul lagi masalah ini, pening kita," ucap Deswan.

Secara pribadi Deswan mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan pembangunan jalan itu. Harapannya pihak terkait segera mengajak pihak pemilik tanah untuk bermusyawarah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

KLIKPOSITIF telah berupaya untuk meminta klarifikasi kepada wali nagari setempat. Namun untuk saat ini belum ada tanggapan dari yang bersangkutan.

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi