Dugaan Pencemaran Nama Baik Mulyadi, Penasehat Hukum IC: Terdakwa Cabut Pengakuan Keterlibatan Indra Catri

Indra Catri saat wisuda di Universitas Andalas (foto diambil jauh sebelum Pandemi COVID-19)
Indra Catri saat wisuda di Universitas Andalas (foto diambil jauh sebelum Pandemi COVID-19) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Penasehat Hukum Indra Catri , Rianda Sepriasa menyampaikan, terdakwa sekaligus saksi kasus dugaan pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi, Eri Sofiar mencabut pengakuannya di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Padang, Jumat (16/10/2020) malam.

"Edi Syofiar mengakui tidak ada keterlibatan Indra Catri dan Martias Wanto seperti yang di BAP. Termasuk soal siaran pers, dia mengaku siaran pers itu dibuatkan dan dia menyesalkan saat itu berada dalam tekanan," ujar Rianda saat dihubungi KLIKPOSITIF , Sabtu, 17 Oktober 2020.

baca juga: Nasrul Abit Bakal Perjuangkan Nasib Petani Gambir

Sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Leba Max Nandoko, SH, hakim anggota Lifiana Tanjung, SH, MH dan Asni Meriyenti, SH, MH itu bergendankan pemeriksaan ahli dan terdakwa.

Dilanjutkannya, Eri yang berada dalam sumpah itu mencabut pengakuannya bahwa keterlibatan Bupati Agam Indra Catri dalam pembuatan akun facebook tidak ada. Dia mengaku, pengakuan saat itu karena dirinya berada di dalam tekanan.

baca juga: Jika Terpilih, Nasrul Abit Akan Alokasikan 12 Persen APBD untuk Sektor Pertanian

"Eri juga mencabut pernyataan unggahan di akun facebook Mar Yanto itu dirapatkan dengan bupati dan Sekda Martias Wanto serta diketahui sekda," terangnya.

Rianda menyampaikan, Dalam persidangan Eri juga mengatakan saat membuat BAP dirinya terus ditekan untuk mengarahkan ada perintah dari atasannya.

baca juga: Di Pesisir Selatan Indra Catri Diminta Perbaiki Rumah Zaini Zen

"Keterlibatan Pak Indra Catri tidak ada. Kemudian setiap postingan dirapatkan dulu dengan bupati dan sekda. Setiap postingan diketahui Sekda, itu tidak ada. Waktu itu penyidik menyebutkan bola jangan sampai mati di tangan saya saja," kata Rianda meniru penjalasan Eri dipersidangan.

Ketika ditanya jaksa, Eri mengakui bahwa pembuatan akun facebook Mar Yanto itu adalah inisiatif dirinya sendiri. Pengakuan terkait ia disuruh Indra Catri dan Martias Wanto tidak benar. Kemudian dalam BAP yang disuruh Indra Catri dan Sekda juga tidak benar. Termasuk siaran pers juga tidak benar.

baca juga: Di Pessel Indra Catri Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Fitnah PKI Terhadap Nasrul Abit

"Kami semakin optimis tidak ada keterlibatan Indra Catri dan Martias Wanto dalam kasus ini," ungkapnya.

Rianda juga menyampaikan, sidang selanjut dijadwalkan Selasa depan (20/10) dengan agenda pembacaan tuntutan jaksa. "Kamis nya langsung pledoi," tukas Rianda.

Editor: Joni Abdul Kasir