Salam Hangat Untuk Ayah Nasrul Abit dari Wamena, Jangan Pernah Berhenti Berjuang!

Nasrul Abit mengusap air mata saat melihat masyarakatnya di pengusian Wamena (Foto setahun lalu)
Nasrul Abit mengusap air mata saat melihat masyarakatnya di pengusian Wamena (Foto setahun lalu) (Istimewa)

WAMENA , KLIKPOSITIF - Tragedi berdarah Wamena tentu saja menggoreskan duka bagi perantau Minang di tanah Papua. Oktober ini menjadi bulan pemulangan korban tragedi berdarah itu ke Sumatera Barat (Sumbar)

Setahun berlalu pasca recovery konflik, banyak perantau Minang memutuskan kembali ke Wamena dan sebagian telah menetap di kampung halaman. Mereka notabene berasal dari Pesisir Selatan kembali menggantungkan hidup dengan berjualan seperti biasa di Wamena .

baca juga: Nasrul Abit Akan Libatkan Masyarakat dalam Pengembangan Kawasan Wisata Mandeh

Ditengah kesibukan mereka, salam hangat mereka sampaikan untuk Ayah (panggilan untuk Nasrul Abit dari perantau diselamatkan di Wamena ).

Salah satunya datang dari seorang yang berjibaku mengurus perantau di Wamena saat mereka tak tahu lagi harus mengadu kemana, hingga datang Nasrul Abit yang menjadi penyelamat bagi mereka korban tragedi Wamena .

baca juga: Contoh Anis Baswedan, Nasrul Abit Ingin Buat Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan

"Dulu hingga kini sosok Nasrul Abit selalu sama bagi kami, sosok seorang ayah dan pemimpin yang peduli dan punya dedikasi tinggi untuk masyarakat," ujar Sekretaris Ikatan Keluaga Minang ( IKM ) Wamena Nofri Zendra, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Pria akrab disapa Izen ini kembali mengingat kedatangan Nasrul Abit di tempat lokasi pengungsian, tetapnya di Markas Kodim 1702 Jayawijaya.

baca juga: Nasrul Abit Bakal Perjuangkan Nasib Petani Gambir

"Tangis kami pecah saat beliau ( Nasrul Abit ) tiba. Beliau juga menangis melihat kami yang sudah beberapa hari di pengungsian," katanya.

Saat itu lanjut Izen, ratusan korban kerusuhan putus asa bisa pulang ke kampung halaman (Sumbar). Namun setelah ada pernyataan dari Nasrul Abit , ada semangat baru bagi pengungsi.

baca juga: Begini Keharuan Saat Korban Kerusahan Wamena Bertemu Nasrul Abit

"Alhamdulillah kami seperti dapat air dalam dahaga saat itu. Oktober ini bulan pemulangan korban dari Wamena . Saat itu beliau juga bantu pemulangan jenazah korban kebakaran ruko-ruko oleh perusuh," terangnya.

Dimata Izen, Nasrul Abit juga sosok pemberani. Bernyali menyusuri Wamena demi masyarakanya padahal kondisi sedang memanas. "Dalam Pilkada ini kami berdoa agar beliau diberi kepercayaan oleh masyarakat memimpin Sumbar," harapnya.

Perasaan yang sama juga di sampaikan Putri (31) (korban) kerusuhan Wamena yang mengalami luka bakar dan kena anak panah. Sementara suaminya dan anaknya meninggal dunia akibat kerusuhan itu.

Puteri mengaku, jasa Nasrul Abit tidak bisa dibalasnya dengan apapun. Dia tidak pernah membayangkan bisa pulang ke Sumbar setelah kerusuhan itu.

"Ndak bisa dibayar dengan uang, ndak Ado nan tidak talok ka Wamena liau barani. Waktu beliau tibo di rumah sakit menjenguk saya langsung batanyo ka awak, anak nio pulang? Langsung wak jawab iyo. Raso ta ubek luko awak. (Tidak bisa dibalas dengan apapun, tidak ada yang berani ke Wamena , Nasrul Abit berani. Waktu sampai di rumah sakit menjenguk saya langsung bertanya apakah anak mau pulang, langsung saya jawab iya. Saat itu rasanya hilang rasa sakit ditubuh saya," ungkapnya saat dihubungi KLIKPOSITIF secara terpisah.

Putri mengaku, jasa Nasrul Abit kepadanya dan korban kerusuhan Wamena tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, begitu besar perjuangan dan tanpa pandang bulu.

"Akhirnya kami bisa pulang dengan selamat sampai di kampung halaman. Bantuan juga mengaku dari berbagai pihak. Semoga tuhan membalas jasa ayah Nasrul Abit ," ucapnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir