Ahok: Saya Pasti Bisa Jadi Presiden

Basuki Tjahja Purnama
Basuki Tjahja Purnama (Channel Youtube Butet Kartaredjasa)

KLIKPOSITIF - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bicara soal kemungkinan dirinya bisa jadi presiden. Namun tak disebutkan dengan gamlang, kapan Ahok jadi presiden.

Namun dengan lantang, Ahok menjawab pasti dirinya menjadi presiden.

baca juga: Sri Mulyani: Rp597 Miliar Wakaf Tunai Digunakan Pemerintah untuk Proyek Pembangunan

"Saya pasti bisa jadi presiden, presiden direktur," kata Ahok seraya tertawa.

Ahok mengatakan hal itu di Channel Youtube Butet Kartaredjasa yang diunggah sepekan lalu.

baca juga: Hari Gizi Nasional, Ini Pesan Menkes

Komisaris Utama Pertamina itu mengatakan hal itu lantaran ditanya oleh Butet soal kesempatan Ahok akan jadi presiden.

Ahok pun sebelum menyatakan itu sempat memaparkan apa saja yang akan dia lakukan jika jadi presiden.

baca juga: Potensi Wakaf Per Tahun Ribuan Triliun, Jokowi Nilai Perlu Perluasan Cakupan Pemanfaatan

Hapuskan dosa lama

Ahok membayangkan hal pertama yang akan dia lakukan jika menjadi presiden. Hal pertama yang dia lakukan adalah melakukan pemutihan dosa-dosa orang yang melakukan kejahatan di masa lalu.

baca juga: Kepala Sekolah Sudah Minta Maaf, Albert Hendra Lukman Sayangkan Surat ke Presiden: Jangan Mengganggu Kerukunan Umat di Sumbar

Menurut Ahok , Indonesia tidak boleh disandera oleh masa lalu.

"Langsung ada pemutihan dosa-dosa lama. Supaya jangan dari rezim ke rezim ini dijadikan semacam ATM," kata Ahok .

"Siapa yang ngk pernah buat salah?" sambungnya.

Lalu Butet bertanya, apakah termasuk kejahatan kemanusiaan yang akan diputihkan. Jawabannya, ya!

Ahok akan memberikan pengampunan ke pelaku kejahatan kemanusiaan. Asalkan di pelaku mengakui kesalahan dan perbuatannya.

Selain itu pelaku juga memaparkan kejahatan dan kronologis perbuatannya.

"Setelah itu sebagai kepala negara berhak memberikan pengampunan. Itu rekonsiliasi bangsa ini," kata dia.

Ahok menilai rekonsiliasi bukan berarti menutupi kejahatan. Namun mengungkapkan fakta baru soal kejahatan itu untuk dicatat dan dipelajari oleh generasi ke depan.

"Kejahatan apapun harus tercatat, biar masyarakat belajar seperti apa kesalahan masa lalu," kata Ahok .

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri