Kisah Azwardi Merawat Tiga Anaknya yang Mengalami Karapuhan Tulang Semenjak Bayi

Azwardi saat menemani anaknya
Azwardi saat menemani anaknya (Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Siang itu terik matahari masuk menembus celah-celah rumah Azwardi pada kawasan Desa Cubadak Mentawai, Kota Pariaman , Sumatera Barat ( Sumbar ). Azwardi pria 62 tahun itu sedang menemani tiga orang anaknya yang berbaring di lantai rumah, matanya nanar memandangi anak-anaknya.

Belakangan diketahui dari Azwardi, tiga orang anaknya tersebut mengalami kerapuhan tulang semenjak dari usia bayi.

baca juga: Gubernur Sumbar Serahkan Bonus 1,6 Miliar Pada Atlet Berprestasi

"Tiga orang anak saya ini mengalami kerapuhan tulang semenjak bayi. Nama mereka Iqbal (19), Ridwan (17) dan Dila (15)," ungkap Azwardi membuka pembicaraan, Senin 19 Oktober 2020.

Lebih lanjut bapak yang kerap dipanggil Azwar itu menuturkan, seluruh anaknya ada 6 orang, tiga diantaranya mengalami kerapuhan tulang.

baca juga: Kesadaran Gaya Hidup Sehat Meningkat, Ini Dukungan Pemerintah Untuk Industri Jamu dan Sejenisnya

"Ketiganya sedari kecil usia bulanan mengalami patah tulang. Tulang mereka patah sebanyak puluhan kali sehingga tidak bisa normal yang berdampak pada pertumbuhan mereka," jelas Azwardi.

Anak saya ketiganya hanya bisa berbaring, kata Azwardi lagi, untuk bergerak anaknya hanya bisa beringsut atau dibantu dengan kursi roda.

baca juga: Benarkah Jantung Anda Sehat? Ketahui dengan Cara Mudah Ini

"Jadi ceritanya pada saat salah satu anak saya berusia delapan bulan tulang tangannya patah secara tiba-tiba. Lalu saya bawa berobat, saat dalam pengobatan tiba-tiba bagian tulang menjadi patah. Begitu seterusnya hingga hal yang sama dialami juga oleh dua saudaranya yang lain," jelas Azwardi.

Sekarang usia ketiga anak Azwardi sudah menginjak belasan tahun. Kendatipun demikian ketiga anaknya tidak berhenti untuk belajar membaca dari guru mengaji.

baca juga: Selamatkan Perantau di Wamena jadi Alasan Tokoh Padang Ganting Dukung Nasrul Abit

"Dari guru mengaji mereka lah anak-anak saya belajar membaca tulisan maupun mengaji. Alhamdulillah saat ini ketiganya bisa membaca dan menghafal Quran," jelasnya.

Semenjak istrinya meninggal Azwardi selalu meluangkan waktu setiap hari bersama anak-anaknya.

Azwardi juga mengatakan, Saat ini dia tidak lagi membawa anaknya untuk pengobatan kontrol ke rumah sakit lantaran minimnya biaya.

"Semenjak pandemi tidak ada lagi berobat. Ekonomi sedang susah," sebut Azwardi.

Dia berharap uluran tangan dari pemerintah setempat untuk pengobatan anaknya. Tidak hanya itu dia juga berharap dapat bantuan berupa kursi roda untuk ke tiga anaknya.

"Kursi roda mereka sudah lusuh. Sudah sulit untuk dipakai, ada ada saja masalahnya," sebut Azwardi.

Azwardi mengakui, selama ini sudah ada bantuan dari pihak pemerintah , hanya saja dia masih membutuhkan lebih dari yang telah didapat karena kebutuhan jauh lebih banyak.

"Saya hanya bisa bersyukur dengan apa yang ada saat ini. Mengupat pun tak ada artinya. Saya senang bisa setiap hari menemani putra putri saya walaupun kondisi mereka seperti itu," tutup Azwardi mengakhiri cerita tentang tiga anaknya.

Penulis: Rehasa | Editor: Ramadhani