Al-Azhar Mesir Memanggil, Hafizah Asal Solok Belum Juga Punya Biaya

Nabila Permata Sari.(ist)
Nabila Permata Sari.(ist) (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF - Perjuangan Nabila Permata Sari, anak guru honorer asal Nagari Surian, Kabupaten Solok , Sumatra Barat untuk bisa berkuliah di Al-Azhar Mesir masih sangat berliku.

Di tengah kesulitan ekonomi pada masa pandemi Corona Virus Desease 2019, keberangkatannya yang semula direncakan pada Desember 2020, juga dipercepat pada pertengahan November nanti.

baca juga: Siang Ini, KPU Solok Gelar Debat Publik

"Kata guru pembimbingnya, Nabila berangkat ke Mesir pada November 2020 ini, tinggal menunggu visa," kata ibunya, Hendra Nova saat dihubungi KLIKPOSITIF , Senin 19 Oktober 2020.

Hingga kini, Nabila masih menyelesaikan proses pembelajaran bahasa secara daring melalui Pusiba. Dari ujian tingkat awal hingga tingkat 7 sudah dilalui Nabila dengan baik.

baca juga: Hingga November 2020, Warga Solok yang Terpapar Covid-19 Berjumlah 429 Orang

Sebelum kuliah, harus menyelesaikan bahasa arab dan tahfiz. Setiap ujian tingkatan atau level bahasa, calon mahasiswa juga harus membayar Rp1.650.000.

"Alhamdulillah, kemarin itu terkumpul donasi yang masuk ke rekening sekitar 4 jutaan, dan itu mau dibayarkan untuk ujian bahasa level 6 dan 7, terimakasih atas kepedulian semuanya pada Nabila," ungkapnya lirih.

baca juga: Pilkada Solok Memanas, Epyardi Asda Dilaporkan ke Bawaslu

Awalnya Nabila belajar dan ujian hanya menggunakan handphone. Atas kepedulian beberapa pihak, ada yang membantu membelikan laptop untuk belajar dan juga dimanfaatkan untuk kuliah nantinya.

Semakin dipercepatnya keberangkatan Nabila membuat Hendra Nova kian panik. Belum ada bayangan uang untuk keberangkatan kuliah anak keduanya tersebut ke Mesir.

baca juga: Ketua Bawaslu Kabupaten Solok Lantik PAW Ketua Panwascam Pantai Cermin

Era "panggilan akrab Hendra Nova" mengaku juga sudah mengajukan proposal ke Baznas Provinsi Sumatra Barat, namun belum ada respons, termasuk ke berbagai lembaga bantuan dana pendidikan lainnya.

"Ke Baznas Provinsi sudah pak, tapi belum ada respon. Tapi kami yakin, setiap niat mulia akan ada jalannya," ungkapnya optimis.

Sebagai orangtua, dirinya juga kerap merasa sedih. Tidak berdaya untuk membiayai sendiri kebutuhan pendidikan anaknya di perguruan tinggi. Harapan untuk kemudahan pendidikan anaknya senantiasa menghiasi do'anya di setiap malam.

Sedari awal, Nabila memang sangat ingin kuliah di Al-Azhar Mesir. Hal itu diutarakannya jauh sebelum tamat Madrasah Aliyah PK Hasanah Surian.

"Dia sangat rajin belajar, dan cita-citanya bisa kuliah di Mesir. Mudah-mudahan jalannya dimudahkan, dibukakan kemudahan oleh Allah SWT," tutupnya pasrah.

Semoga ada yang peduli dan terketuk dengan perjuangan Hendra Nova dan Nabila, bila bapak dan ibu salah satu diantaranya, bisa menyalurkan donasi melalui rekening BRI, dengan nomor 7422 01 006287 53 8, atas nama Hendra Nova. Atau hubungi 0813 7415 4151

Seperti diberitakan sebelumnya, Nabila Permata Sari diterima kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir. Anak guru honorer SD di Nagari Surian itu terkendala soal biaya. Apalagi, kuliah di luar Negri biayanya cukup besar, sementara keluarganya tergolong ekonomi pas-pasan.

Kondisi Nabila setidaknya mencerminkan masa depan pendidikan pelajar asal Solok Sumatra Barat. Belum ada jaminan akses pendidikan bagi mereka yang berprestasi.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi