Pemko Payakumbuh tak Batasi Jumlah Penerima BPUM Tahap II

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Dahler.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Dahler. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh tidak akan membatasi jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap II.

Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh akan terus mengirim usulan data UKM sebagai calon penerima BPUM tahap II. Tenggat waktu penginputan data adalah sampai akhir November 2020.

baca juga: Pemko Payakumbuh Akan Buka Kembali Sekolah, DPRD Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Dahler mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah mulai melakukan penginputan data pelaku usaha mikro di tahap II ini.

"Kurang lebih sudah ada 500 data yang telah kami input dan kami tidak ada membatasi atau memberikan kuota dalam menginput data, selama masih ada waktu akan kami kirim," kata Dahler, Rabu (21/10).

baca juga: Sekolah di Payakumbuh Akan Kembali Dibuka Mulai Rabu Ini

Tidak dibatasi jumlah penerima, sebut Dahler, karena pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menentukan pelaku usaha yang dapat menerima. Pihaknya hanya dapat memastikan bahwa seluruh pemohon memiliki syarat untuk penginputan.

"Syaratnya masih sama dengan yang lalu seperti mempunyai NIK dan KTP, memiliki usaha mikro baik berdagang, menjahit, bengkel, penjual gorengan dan bukan PNS, TNI/Polri, Pegawai BUMN dan BUMD," ujarnya.

baca juga: Mantan Pelatih Timnas Indonesia Seleksi Ratusan Pemain Muda Payakumbuh dan Limapuluh Kota

Sedangkan untuk memastikan bahwa pemohon memiliki usaha mikro ditandai dengan memiliki surat keterangan usaha (SKU) dari kelurahan.

Ia mengatakan di tahap II ini dan khusus untuk Kota Payakumbuh seluruh pelaku usaha diminta untuk mengantarkan berkas tersebut ke kantor kecamatan domisili masing-masing. Hal ini dilakukan agar menghindari kerumunan dan memastikan protokol kesehatan dijalankan.

baca juga: Mantan Sekdako Payakumbuh Meninggal Dunia Saat Gowes

"Kalau semuanya dipusatkan di kantor kami, tentu akan terjadi kerumunan. Setidaknya dengan dibagi ke setiap kecamatan, kerumunan ini dapat dikurangi dan pihak kecamatan hanya menerima berkas dan setiap harinya mengantarkan ke kantor kami untuk kami input," katanya.

Ia mengatakan pada tahap pertama BPUM, pihaknya kurang lebih telah mengirim 6.000 data pelaku usaha dan setidaknya telah ada 4.000 pelaku usaha yang telah disetujui untuk menerima BPUM tersebut.

"Pencairannya masih berjalan. Untuk tahap II ini kami harapkan masyarakat yang mendapatkan lebih dari tahap I ini, karena ini tentu akan sangat bermanfaat untuk pemulihan ekonomi di Payakumbuh ," ujarnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat