Dua Calon Wawako Tak Bisa Mencoblos di Bukittinggi, Ini Alasannya

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF --Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bukittinggi menetapkan sebanyak tiga pasang calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada Pilkada Desember mendatang.

Ketiga calon itu adalah Ramlan Nurmatias-Syahrizal, Erman Safar-Marfendi dan Irwandi-David Chalik. Masing-masing memperoleh nomor urut 1, 2 dan 3.

baca juga: Tim Pemenangan : Penampilan RASYA Saat Debat Sangat Meyakinkan

Ramlan-Syahrizal maju lewat jalur independen, Erman Safar-Marfendi diusung Gerindra, PKS dan Golkar. Sementara Irwandi-David Chalik maju dengan gabungan PAN, Nasdem dan PKB.

Menariknya, dari 6 calon ini, ada 2 diantaranya yang tidak bisa memberikan hak suara dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi pada Rabu 9 Desember 2020 nanti.

baca juga: Pilkada Bukittinggi, UAS Dukung dan Doakan Erman Safar-Marfendi

"Yang tidak masuk dalam DPT adalah Marfendi dan David Chalik. Keduanya ber-KTP di luar Bukittinggi ," jelas Komisioner KPU Benny Aziz, Rabu 21 Oktober 2020.

Informasinya, kedua Calon Wakil Wali Kota itu yakni Marfendi ber-KTP Padang dan David Chalik ber-KTP Jakarta.

baca juga: Sempat Dihantam Longsor, Ini Kondisi Terkini Jalan Lintas Bukittinggi-Medan

Pada Pilkada 2015 silam, hal yang sama juga terjadi. Saat itu ada 5 pasang calon atau 10 kandidat. Dua calon wali kota dan dua calon wakil wali kota tidak bisa mencoblos saat Pilkada Bukittinggi 9 Desember 2015, karena tidak memiliki KTP Bukittinggi .

Ke empat calon itu adalah Taslim (calon wali kota nomor urut satu), Febby Dt Bangso (calon wali kota nomor urut dua),M calon wakil walikota nomor urut satu), serta Zulbahri Majid (calon wakil wali kota nomor urut lima).

baca juga: Kunjungi Kelurahan Puhun Tembok, Warga Ajak Erman Safar Berselfie

Saat itu, Taslim bersama pasangannya Marfendi tercatat sebagai warga Padang, sementara Febby Dt Bangso tercatat sebagai warga Agam, sedangkan Zulbahri Majid masih tercatat sebagai warga Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Editor: Hatta Rizal