COVID-19 Mengganas di Sumbar, Hotel Bintang II dan III Dijadikan Tempat Isolasi dan Karantina

Ilustrasi/KLIKPOSITIF
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kasus positif COVID-19 di Sumatera Barat (Sumbar) terus mengganas. Angka penularan terus menanjak.

Untuk menangani pasien COVID-19 tersebut, pemerintah setempat akan menyediakan hotel -hotel bagi tenaga medis yang positif COVID-19 dan tempat isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif ringan.

baca juga: Gubernur Irwan Prayitno Canangkan Tenun Minang Sebagai Busana ASN

Gurbernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, sejak terjadi lonjakan kasus COVID-19 hingga mencapai 100-200 perhari, perlu memberi fasilitas bagi para tenaga medis dan pasien terinfeksi. Fasilitas yang diberikan berupa hotel berbintang II dan III.

"Mereka perlu diberi tempat tinggal atau penginapan yang nyaman dan layak," ungkapnya, Kamis, 22 Oktober 2020.

baca juga: Irwan Prayitno: Pengabdian Bisa Membawa Masyarakat Hidup Lebih Maju

Dijelaskan Irwan, hotel berbintang II dipergunakan untuk karantina positif COVID-19, sementara hotel bintang III dijadikan untuk tenaga kesehatan yang terkena positif COVID-19.

" Isolasi mandiri di rumah akan dialihkan ke hotel , agar pasien positif tersebut tidak menyebar virus di rumah, karena pengawasan di rumah sangat lemah, apalagi tidak dilengkapi dengan sarana pra sarananya," katanya.

baca juga: Kisah Ria Oktorina, Penyintas Covid-19 Asal Solok Sumbar

Gubernur mengharapkan, adanya pemanfaatan hotel ini, memberikan prioritas kepada masyarakat menengah ke bawah, dimana isolasi mandiri di rumah sangat riskan serta sulit dilakukan pengawasan mengingat jumlah kamar yang tersedia di rumah, anggota keluarga, serta potensi virus yang berkembang juga sangat tinggi.

"Sekitar 50 persen masyarakat Sumbar yang melakukan Isolasi mandiri, nanti akan kita pindahkan ke hotel . Kebanyakan isolasi mandiri yang membuat semakin banyaknya kasus positif, dikarenakan tempatnya tidak layak untuk isolasi mandiri," tuturnya.

baca juga: KPU Padang Catat Sudah 469 KPPS Reaktif Covid-19, Bagaimana Persiapan Pencoblosan?

Untuk hotel -hotel yang dimaksud, gubernur Sumbar memerintahkan Dinas Pariwisata Sumbar segera melakukan pendataan, baik yang ada di Padang, Bukittinggi, Solok, Agam dan daerah lain yang dianggap potensial penyebaran COVID-19.

Lebih lanjut Gubernur Sumbar ingin memanfaatkan hotel sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 dengan memakai dana APBN yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kegiatan ini nantinya akan dimonitor oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan untuk aparat Polri dan TNI sebagai pengamanan kegiatan penanganan COVID-19.

"Insya Allah, dengan pemanfaatan hotel , kita tidak akan kekurangan fasilitas untuk karantina dan isolasi ," ucapnya.

Sebelumnya Gubernur Irwan Prayitno telah melakukan kunjungan ke Asrama Haji Padang menurutnya sebanyak 276 tempat tidur sudah bisa dipakai. Ditambah minggu depan akan ada lagi penambahan 100 tempat tidur.

"Saat ini sudah dilakukan pemagaran. Untuk tenaga kesehatannya sudah diambil dari beberapa tempat. Begitu juga rumah sakit M. Djamil Padang, minggu ini sudah bertambah 68 tempat tidur. Jadi kita sudah bisa meng-cover kebutuhan kamar perawatan," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial telah mendata hotel bintang II dan III yang ada di Sumbar dengan bantuan dari BPKP.

"Secepatnya akan kita buatkan kerjasama dengan hotel yang bersangkutan, untuk harga dan detail akan dikirim ke BPKP secepatnya. Mulai dari konfirmasi ketersediaan hotel , jumlah kamar masing-masing hotel , lokasi , dan harga kamar, biaya makan 3 kali sehari , serta biaya untuk air PAM," sebut Novrial.

Untuk diketahui, Pemprov Sumbar merencanakannya eksekusi pemanfaatan hotel -hotel yang nantinya akan menjadi tempat isolasi bagi pasien COVID-19. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir