Begini Prosedur Pencoblosan pada Pilkada 9 Desember 2020

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat melakukan rapat koordinasi persiapan tahapan pemungutan, dan penghitungan suara pemilihan serentak tahun 2020 di Sumatera Barat, Kamis, 22 Oktober 2020. Rapat koordinasi dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Padang dengan menghadirkaN KPU kabupaten/kota se Sumatera Barat.

Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sumbar, Izwaryani mengatakan rapat koordinasi membahas soal pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

baca juga: Pemain Sepakati Pemotongan Gaji, Barcelona FC Terhindar dari Kebangkrutan

"Saat masyarakat atau pemilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) ada proses yang harus dilakukan, yakni masyarakat datang, kemudian proses antri cuci tangan dan ukur suhu. Batas suhu badannya 37,3 derajat celcius, jika suhu tubuh lebih dari itu, maka akan diarahkan ke bilik suara khusus untuk melakukan pencoblosan atau suhu di bawah 37,3 namun batuk-batuk tetap diarahkan ke bilik khusus," katanya usai kegiatan.

Setelah suhu tubuh diukur, dan berada di bawah 37,3 derajat celcius, maka pemilih boleh masuk ke ruangan TPS. Bagi yang sudah masuk, maka isi daftar hadir pemilih dan dikasih sarung tangan plastik.

baca juga: Hari Ini, 11 Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19, Meninggal 1 Orang

"Kita menganjurkan bawa pena sendiri bagi pemilih kalau bisa, kemudian serahkan KTP beserta surat pemberitahuan memilih ke PPS 4, kemudian PPS 4 mengopor ke PPS satu (ketua KPPS), kemudian masyarakat antri, duduk, nanti dipanggil lagi antrian, setelah dipanggil, KTP diserahkan langsung, surat suara di bawa ke bilik, kemudian di coblos, masuk kotak, buka sarung tangan buang di tong sampah yang disediakan, lalu tinta ditetes bukan dicelupkan. Hal ini untuk menghindari ketinggalan kalau ada virus, setelah itu pemilih keluar cuci tangan lagi baru pulang," jelasnya.

Izwaryani menuturkan pihaknya memastikan tidak ada masyarakat yang tertular oleh COVID-19. "Kita mengimbau kepada pemilih agar di luar TPS tidak melakukan kontak fisik dan tetap jaga jarak sampai pulang kembali. Kalau di luar TPS di langgar, kita tidak bisa kontrol, tapi kita imbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan COVID-19," tuturnya.

baca juga: Hasil Rapid Test, Puluhan Orang Pengawas TPS di Pasaman Barat Reaktif Covid-19

Sementara itu, untuk petugas TPS akan dilakukan rapid test pada H-7 pemilihan kepala daerah. "Kalau ada yang reaktif langsug di swab, jika ada yabg positif maka harus diganti petugasnya. Rapid test dilakukan sebelum petugas turun memberikan pemberitahuan kepada masyarakat atau pemilih sehingga pas turun aman," jelasnya. (*)

Editor: Fitria Marlina