Bawaslu Solsel: Dari 126 Kegiatan Kampanye, Satu Dibubarkan

Komisioner Bawaslu Solsel Divisi Pengawasan Ade Kurnia Zelli
Komisioner Bawaslu Solsel Divisi Pengawasan Ade Kurnia Zelli (Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Solok Selatan ( Solsel ) telah mengawasi 126 kegiatan kampanye Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati sejak dimulainya tahapan kampanye pada 26 September yang lalu.

"Sejak dimulai tahapan kampanye sudah 126 kegiatan kampanye satu diantaranya dibubarkan," kata Komisioner Bawaslu Solsel Divisi Pengawasan Ade Kurnia Zelli.

baca juga: DPRD Minta Sekda Non Aktifkan Kasatpol PP Padang

Ade menjelaskan, kegiatan kampanye Paslon tersebut sudah memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) kampanye, sedangkan kampanye yang dibubarkan itu karena dilaksanakan tidak sesuai STTP.

"Ada salah satu Paslon STTP kampanye mereka di Nagari Pasir Talang Induk tetapi Paslon tersebut berkampanye di Nagari Pasir Talang Timur, karena tidak sesuai STTP kami bubarkan," katanya.

baca juga: Spanduk "Tolak Kedatangan Habib Rizieq Shihab di Ranah Minang" Sudah Hilang, Satpol PP Padang: Tidak Tahu

Ade mengungkapkan, Kecamatan yang paling banyak dijadikan tempat berkampanye dari 126 kegiatan kampanye tatap Muka dan pertemuan terbatas yang dilakukan paslon Bupati dan Wakil Bupati sampai tanggal 24 Oktober 2020.

"Terbanyak di Kecamatan Sungai Pagu 51 kegiatan kampanye, Kecamatan KPGD 30 kegiatan kampanye dan Pauh Duo 17 kegiatan kampanye," katanya.

baca juga: Ada Spanduk Tolak Kedatangan Habib Rizieq Shihab di Ranah Minang, Warga: Ada Tiga Orang yang Pasang

Selanjutnya imbuhnya, Kecamatan Sangir 20 kegiatan kampanye, Sangir Jujuan tiga kegiatan kampanye, serta Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Kecamatan Sangir Batang Hari masing-masing dua kegiatan kampanye.

Dia menghimbau kepada seluruh Paslon yang akan berkampanye tatap muka didaerah itu agar mengurus STTP dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

baca juga: Pilkada Solok Memanas, Epyardi Asda Dilaporkan ke Bawaslu

"Aturannya jelas Kampanye tatap muka hanya boleh 50 orang dan harus menerapkan protokol kesehatan, Memakai Masker, menjaga jarak, menyediakan hand sanitizer," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Eko Fajri