Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu, FKM Unand Adakan Penyuluhan di Limapuluh Kota

Penyuluhan kepada kader Posyandu yang dilberikan oleh ketua tim pengabdi FKM Unand, Yudi Pradipta di Limapuluh Kota, Minggu, 25 Oktober 2020
Penyuluhan kepada kader Posyandu yang dilberikan oleh ketua tim pengabdi FKM Unand, Yudi Pradipta di Limapuluh Kota, Minggu, 25 Oktober 2020 (Ist)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Nagari Sungai Kamuyang, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu, 25 Oktober 2020.

Kegiatan pengabdian ini berupa penyuluhan, terkait peningkatan kapasitas kader Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu ) di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal. Kegiatan ini dilakukan di sembilan Posyandu yang ada di nagari tersebut dan dihadiri oleh 28 kader.

baca juga: Peneliti Temukan Gangguan Hidung Lain Pada Pasien Covid-19

Ketua tim pengabdi yang juga bertindak sebagai pemateri, Yudi Pradipta mengatakan, tujuan kegiatan ini agar kader tetap aktif dan efektif menjalankan tugas di Posyandu di masa pandemi. "Namun tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19, yakni menerapkan 3 M(memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak)," katanya saat dihubungi melalui pesan pendek, WhatsApp.

Ia mengatakan, pelayanan Posyandu merupakan ujung tombak dalam meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita. "Tapi selama pandemi, ada beberapa Posyandu yang tidak melakukan pelayanan selama dua bulan (dua kali pelayanan) untuk mencegah penularan virus di tempat pelayanan kesehatan dan imbauan di rumah aja," jelasnya.

baca juga: Kaya Manfaat, Minyak Zaitun Bisa Cegah Sejumlah Penyakit

Dalam kegiatan pengabdian yang dilakukan di masa pandemi, pihaknya menekankan beberapa inovasi yang harus dilakukan dalam berkegiatan di Posyandu .

"Inovasi itu yakni menerapkan pelayanan dengan dengan protokol kesehatan atau 3M. Untuk pelayanan di gedung/dalam ruangan, meja pelayanan Posyandu diberi jarak. Kemudian sebelum dan sesudah pelayanan, meja, gagang pintu, dan benda lainnya disemprot dengan disinfektan, menyediakan spasi atau jarak ruang tunggu bagi pengunjung untuk tetap menjaga jarak, memberi batas jalan keluar/masuk ruangan, dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada pengunjung yang membawa wadah sendiri-sendiri, serta sebelum pelayanan, kader harus cuci tangan dahulu," paparnya.

baca juga: Sudah Jalani Swab, Kini Rizieq Shihab Tak Mau Ungkap Hasil Test

Dalam kegiatan pengabdian itu, pihaknya juga membagikan kloter pelayanan kepada warga, untuk mengurangi kerumunan pengunjung yang datang bersamaan. "Misalnya membagi jadwal pelayanan kedalam beberapa kloter, contoh dari pukul 08.00-09.00 Wib pelayanan untuk bayi 0-12 bulan, pukul 09.00-10.00 Wib pelayanan untuk Batita, pukul 10.00 -11.00 Wib pelayanan untuk bayi 3-5 tahun," tuturnya.

Selain itu, juga ada inovasi pelayanan, yakni dengan Posyandu dari pintu ke pintu, dimana warga menunggu di rumah aja, dengan jadwal yang sudah disepakati pada hari sebelumnya.

baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh COVID-19 di Pessel Bertambah 9 Orang, Positif Baru 5 Orang

Pada kesempatan itu pihaknya juga membagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan face shield untuk kader Posyandu , serta penayangan beberapa video terkait inovasi pelayanan Posyandu di era new normal.

Penyuluhan ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari dua orang dosen dan seorang mahasiswa. Dalam penyuluhan, kader mengikuti kegiatan dengan baik dan antusias, yang juga didukung dan dihadiri oleh Wali nagari Sungai Kamuyang dan jajaran. (*)

Editor: Fitria Marlina