Demo UPJA di Gapoktan Batang Timbulun Taratak, Ini Keuntungan Panen Alsintan

Demo Alsintan UPJA di Gapoktan Batang Timbulun Taratak
Demo Alsintan UPJA di Gapoktan Batang Timbulun Taratak (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan memberikan jalan efisiensi biaya panen dengan menghadirkan teknologi tepat guna.

Salah satunya dengan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Seperti yang dilakukan dinas setempat di Gapoktan Batang Timbulun Taratak, Kenagarian Taratak Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh COVID-19 di Pessel Bertambah 9 Orang, Positif Baru 5 Orang

Mereka langsung menggelar demo Alsintan UPJA di sawah kelompoknya tani tersebut, Senin, 26 Oktober 2020.

Ketua Hapoktan Batang Timbulun Taratak Buskamil menyambut baik upaya efisiensi biaya dan waktu panen dari pemerintah itu.

baca juga: Pencarian Satu Korban Hanyut di Airpura Pessel Hingga Hari Ketiga Belum Membuahkan Hasil

"UPJA tentunya bisa menghemat biaya panen dan waktu. Menggunakan mesin tentu saja lebih cepat dibandingkan menggunakan tenaga manusia," ungkapannya.

Buskamil menjelaskan, penen menggunakan mesin bisa menghemat hingga 50 persen. Dalam 1 hektar sawah yang biasa menghabiskan dana Rp.4000.000 hingga Rp.5.000.000 jika menggunakan tenaga manusia. Biaya dengan mesin lebih kurang Rp.2.700.000.

baca juga: Paslon 01 Pilkada Pessel Singgung Soal Wisata Halal, Paslon Urut 03 Sebut Hal Ini

"Kalau efisiensi waktu, biasanyaa petani panen 1 hektar lahan membutuhkan waktu 1 hari penuh dengan jumlah buru tani 20 orang. Semenjak dengan Combine (mesin panen) hanya butuh waktu 2 hingga 3 jam," terangnya.

Buskamil mengatakan, tenaga manusia yang dilibatkan juga tidak banyak, hanya melibatkan 3 orang dalam pengoperasian Combine. 1 orang operator dan 2 orang lagi petugas pengumpul gabah.

baca juga: 3 Jam Debat Kandidat Putaran Kedua, Ini Hasilnya

"Biaya yang dikeluarkan sedikit dan waktu panen juga tidak lama. Sehingga petani senang, mereka tidak perlu khawatir dengan hujan saat panen. Hasil panen lebih terjaminnya dari hujan," ungkapnya.

Keuntungan lain mengunakan mesin lanjut Buskamil, pemanfaatan jerami padi menjadi pupuk kompos. Sebab panen pakai Combine jarami padi langsung ditertebar ke lahan yang di panen.

"Penggunaan Combine bisa meminimalisir pembakaran jerami yang menyebabkan polusi udara," tukasnya.

Demo Alsintan UPJA di Gapoktan Batang Timbulun Taratak dihadiri oleh Kasi Penyuluh dan Konsultan Regional 2 Program IPDMIP Dedi Kurnia Putra dan Kasi Penyuluhan Pessel dan Koordinator BPP Sutera dan anggota Sekolah Lapangan (SL) Program IPDMIP tahun 2020 yang dikelola dinas setempat. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir