Menjelang Pilgub Indra Catri Minta ASN Tak Khawatir

Calon Wakil Gubernur Sumbar Indra Catri
Calon Wakil Gubernur Sumbar Indra Catri (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat yang berpasangan dengan Nasrul Abit, Indra Catri meminta para aparatur birokrasi tidak khawatir terhadap proses kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Barat Desember mendatang.

Indra Catri menyampaikan bahwa pesta demokrasi serupa Pilkada adalah amanat konstitusi Republik Indonesia, dan semestinya pesta tersebut bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk oleh kalangan aparatur birokrasi.

baca juga: Soal Ekonomi Digital di Debat Pilgub Sumbar, Genius: Mulyadi Agak Telat Mikir!

Dihubungi Jumat (13/11), Indra Catri yang memiliki latar belakang birokrat menyadari betul akan dampak pemilihan langsung kepala daerah, tidak ingin menafikan kekhawatiran-kekhawatiran yang dirasakan oleh aparatur birokrasi.

"Memang sudah menjadi fakta empirik bahwa di beberapa kabupaten/kota, pilkada itu seperti memakan korban. Namun saya ingin menegaskan bahwa hal semacam itu tidak boleh terjadi. Saya mengabdi sebagai birokrat selama puluhan tahun, dan saya memahami perasaan aparatur birokrasi yang sudah mengabdi puluhan tahun, kemudian dinonjobkan karena alasan Pilkada. Itu tidak benar," tegas Indra Catri yang lama berkarir sebagai birokrat di Kota Padang.

baca juga: Survei Voxpol Center: Mahyeldi Pemimpin Paling Berprestasi

Lebih lanjut Indra Catri menyatakan, jika ia kelak terpilih sebagai Wakil Gubernur mendampingi Nasrul Abit sebagai Gubernur Sumatera Barat, birokrasi akan menjadi salah satu perhatian terbesar keduanya.

Dijelaskan pemegang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan ini, birokrasi sebagai pelaksana dari pelayanan publik dan kebijakan pemerintah harus tetap memberikan kinerja terbaiknya tanpa harus dikhawatirkan akan "tsunami mutasi" yang memang lazim terjadi di banyak kabupaten/kota pasca Pilkada.

baca juga: Datang ke Sumbar, Plt Ketum PPP Kobarkan Semangat Kemenangan untuk Pasangan Calon Mahyeldi - Audy

"Tidak ada istilah itu (tsunami mutasi) bagi kami. Kami berdua mantan birokrat yang ikut merasakan asam garam menjadi pegawai negeri selama puluhan tahun. Sehingga tidak mungkin demi ego politik yang hanya berusia 5 tahun, kami akan mengkhianati dunia yang sudah membesarkan kami puluhan tahun. Aparatur birokrasi akan tetap menerima penilaian kinerja secara objektif. Tidak ada istilah ini orang si A atau itu orang si B. Kita semua bekerja untuk Sumatera Barat," tegas alumni ITB ini.

Bahkan Indra Catri berharap, jika mereka terpilih untuk menjalankan mandat rakyat Sumbar sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat pada 9 Desember 2020 nanti, cara mereka menjalankan roda birokrasi akan menjadi percontohan bagi kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada kelak.

baca juga: Dibalik Megah dan Kokohnya Kelok 9, Mulyadi Ternyata Punya Peran Penting Saat Pengerjaannya

"Tidak boleh ada kekhawatiran di kalangan birokrat. Ikutlah menikmati pesta demokrasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Gunakanlah hak pilih untuk memilih pasangan calon yang dianggap sesuai dengan hati nurani masing-masing. Dan jika Allah SWT mengizinkan kami untuk terpilih dan menjalankan amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar ke depan, bersama-sama kita bekerja untuk melayani masyarakat, dan membangun Sumatera Barat yang unggul untuk semua kalangan," tutup Calon Wakil Gubernur yang akrab disapa IC itu.

Editor: Rezka Delpiera