Hendak Melarikan Diri, Pencuri HP Ditembak Polisi di Kawasan Pasar Raya Padang

Tersangka saat diamankan tim opsnal Satreskrim Polresta Padang
Tersangka saat diamankan tim opsnal Satreskrim Polresta Padang (Istimewa)

PADANG , KLIKPOSITIF - Seorang maling yang terekam kamera pengintai CCTV dibekuk tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang pada Minggu 22 November 2020 malam di Pasar Raya Padang .

Penangkapan tersebut berawal saat tim Opsnal Satreskrim Polresta Padang mendapatkan informasi tentang keberadaan tersangka.

baca juga: Dapat Rekomendasi Ombudsman dan Disdik, SMKN 2 Padang Akan Pertegas Aturan Tata Tertib Berpakaian

"Kemarin, kami mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang berada di daerah Pasar Raya Padang dan langsung kami lakukan penyisiran," kata Kasatreskrim Polresta Padang , Kompol Rico Fernanda, Senin 23 November 2020.

Ia mengatakan, dalam penyisiran tersebut, pihaknya mendapati tersangka sedang duduk di daerah Pasar Raya Padang dan langsung mengamankannya.

baca juga: Dianggarkan Miliaran Rupiah, Masjid di Padang Ini Akan Diubah Jadi Islamic Center

"Tersangka atas nama Kardi Fadli (27) ini sempat melakukan perlawanan saat kami amankan dan ia tidak mengakui perbuatannya," lanjutnya.

Setelah pihaknya memperlihatkan bukti-bukti yang diperoleh, tersangka mengakui perbuatannya dan langsung dilakukan interogasi oleh tim Satreskrim Polresta Padang .

baca juga: Pengacara Orangtua Pelajar Non Muslim Bertemu dengan Pihak Sekolah, Ini Hasil Pembicaraannya

"Saat kami lakukan interogasi, tersangka mengaku menjual barang bukti kepada seseorang yang bernama Eka Sastrawijaya seharga Rp1,2 juta," lanjutnya.

Menurutnya, saat akan menjemput barang bukti berupa handphone yang dijual tersebut, tersangka mencoba melarikan diri dan pihaknya terpaksa melumpuhkannya dengan satu tembakan di kaki sebelah kanan.

baca juga: Minta Cari Tahu Fakta yang Terjadi, Kepsek SMKN 2 Padang : Jika Salah, Saya Siap Dipecat

"Tersangka kami lumpuhkan dengan tembakan. Setelah mengambil barang bukti, tersangka langsung kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk diobati," lanjutnya.

Dari perbuatannya, tersangka diancam dengan pasal 362 Junto 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi