Begini Cara EL, Perempuan yang Diamankan Pihak Kepolisian Padang Tipu Korbannya

Tersangka setelah diamankan Satreskrim Polresta Padang
Tersangka setelah diamankan Satreskrim Polresta Padang (Istimewa)

KLIKPOSITIF -- Pelaku penipuan yang menyamar sebagai panitia penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah menipu dua orang korban.

"Untuk saat ini korban jumlahnya ada dua orang yang sudah melapor ke kami," kata Kasat Reskrim Polresta Padang , Kompol Rico Fernanda, Senin 23 November 2020.

baca juga: Amankan Anak Jalanan, Satpol PP Padang Harapkan Warga Tidak Memberi Uang ke Anjal dan Pengemis

Ia mengatakan, tersangka memiliki modus yang sama untuk menipu para korbannya. "Kemungkinan korban akan terus bertambah, karena dari bukti yang kami kumpulkan, ada banyak nama," lanjutnya.

Dari keterangan tersangka, ia membuat sebuah kartu yang distempel yang menyatakan dirinya adalah seorang panitia penerimaan CPNS tahun 2020.

baca juga: Penting, Mahfud MD Bongkar Janji Komjen Listyo

"Ia mengatakan kepada korbannya bahwa dia bisa meloloskan orang untuk menjadi PNS," lanjutnya.

Setelah meyakinkan korbannya, tersangka atas EL meminta beberapa uang tunai kepada korbannya.

baca juga: Wako Padang Panjang Perintahkan Dinas Terkait Carikan Lokasi Baru Bagi PKL

"Salah satu korban mengaku diminta uang sebesar Rp3 juta untuk meloloskan korbannya menjadi PNS," lanjutnya.

Di pertengahan jalan, tersangka kembali meminta uang kepada korbannya untuk memperlancar kelulusan korbannya menjadi PNS.

baca juga: Direstui DPR jadi Kapolri, Listyo Sigit Prabowo: Alhamdulillah...

"Korban kembali memberikan uang sebesar Rp1,3 juta yang diminta oleh tersangka," lanjutnya.

Setelah itu, tersangka mengeluarkan Nomor Induk Sementara (NIS) korban yang diprint dalam sebuah kertas yang berkop Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

"Setelah korban melihat namanya di Pemprov Sumbar, ternyata tidak ada dan langsung melaporkan kejadian itu kepada kami," lanjutnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polresta Padang mengamankan seorang perempuan yang diduga melakukan penipuan dengan modus meloloskan menjadi PNS pada Sabtu 21 November 2020 lalu.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri