Bawaslu Lima Puluh Kota Sebut Paslon Punya Kecenderungan Melibatkan ASN dan Wali Nagari

Launching Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunung Omeh sebagai nagari awas dan anti politik uang, Rabu (25/11).
Launching Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunung Omeh sebagai nagari awas dan anti politik uang, Rabu (25/11). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lima Puluh Kota , Yoriza Asra mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kecendrungan pasangan calon (Paslon) kepala daerah yang melibatkan Aparat Sipil Negara (ASN) dan wali nagari untuk meraup suara masyarakat.

Semenjak tahapan Pilkada 2020 , Bawaslu Kabupaten Lima Puluha Kota telah melakukan penananganan pelanggaran terhadap netralitas ASN dan keterlibatan wali nagari.

baca juga: Banyak yang Pensiun, Kabupaten Lima Puluh Kota Kekurangan Ribuan Guru

"Yang kita antisipasi bahwa Paslon sekarang lebih ingin melibatkan ASN dan wali nagari dalam pelaksanaan Pilkada," kata Ketua Bawaslu Lima Puluh Kota , Yoriza Asra pada saat menghadiri launching Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunung Omeh sebagai nagari awas dan anti politik uang, Rabu (25/11).

Launching nagari awas dan anti politik uang yang dilakukan itu sendiri juga dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Provinsi Sumbar, Alni, Komisioner Bawaslu Lima Puluh Kota , Zumaira, Camat Gunuang Omeh, dan wali nagari bersama jajarannya.

baca juga: Mulai Belajar Tatap Muka di Lima Puluh Kota, Disdikbud Ingatkan Sekolah Harus Patuhi Prokes

"Pada hari ini (Rabu, 25/11) Bawaslu Lima Puluh Kota melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) pengawasan partisipatif dan melaunching Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh sebagai nagari awas dan anti politik uang pada Pilkada 2020 ," jelas Yori,

Dia menyebut, Rakor yang dilaksanakan sejalan dengan tugas Bawaslu untuk membangun dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pilkada.

baca juga: KPU Solsel Tetapkan Khairunas-Yulian Efi Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

"Ini dalam upaya memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat terkait pentingnya kepedulian masyarakat dalam mengawasi proses Pilkada. Kegiatan ini juga sudah kita lakukan di beberapa kecamatan lain dan ini sangat signifikant terhadap meningkatnya kepedulian masyarakat, sekurang-kurangnya dalam memberikan informasi awal kepada Bawaslu dan jajarannya bahwa di tempat mereaka ada di dugaan pelanggaraan," terangnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat