Jelang Pilkada

4.000 Pemilih Pemula Belum Lakukan Perekaman Data KTP di Kota Padang

Plt Kadisdukcapil Padang, Edi Hasymi
Plt Kadisdukcapil Padang, Edi Hasymi (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang mencatat sebanyak empat ribu pemilih pemula belum melakukan pencetakan e- KTP .

"Untuk pemilih pemula sebanyak 1.2000 orang, 4.000 sudah mendapatkan e- KTP , 4.000 lagi sudah direkam, tinggal 4000 lagi yang belum melakukan perekaman," kata Plt Kadisdukcapil Padang , Edi Hasymi, Kamis 26 November 2020.

baca juga: Presiden: BKKBN Pegang Kendali dalam Pencegahan Stunting

Ia berharap, untuk 4000 pemilih pemula, mendatangi kantor camat yang tersebar di 11 kecamatan untuk melakukan perekaman data, sehingga nanti pada pencoblosan 9 Desember mendatang, sudah bisa menyalurkan hak pilihnya.

"Jadi syarat untuk pemilih pemula untuk mencoblos cukup membawa KTP . Kami harapkan pada pemilih pemula untuk mendatangi kantor camat," lanjutnya.

baca juga: Sandiaga Dukung Wakaf Uang, Rocky: Kreatifitasnya Dimana?

Menurutnya, 4000 DPT yang telah melakukan perekaman data, tidak harus menunggu hasilnya, ia menyatakan pihaknya akan memberikan hasil penerbitan KTP di kantor camat tempat domisili mereka.

"Jadi cukup tunggu di rumah saja, setelah melakukan perekaman data. Nanti akan datang petugas kecamatan yang mengantarkan KTP . Untuk 4000 yang belum melakukan perekaman, segera datangi kantor camat, agar bisa memberikan hak pilihnya," katanya.

baca juga: Bawa Sabu, Pemuda Asal Solsel Ditangkap Polisi di Solok

Ia mengatakan, untuk data yang diterimanya di setiap kecamatan, kepengurusan e- KTP baru hanya 60 per hari. Jadi dengan begitu, untuk capaian target menjelang pemilihan nanti tidak terburu.

"Jadi kami menilai kesadaran dan kemauan masyarakat masih rendah dalam kepengurusan KTP baru. Kami harapkan kepada masyarakat yang belum mempunyai KTP , segera datangi kantor camat," ujarnya.

baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Meningkat

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri