Menolak Gelar Datuknya Saat Masih Sekolah, Jasman Rizal Kini Resmi Sandang Gelar Adat Ketika Jabat PJS Bupati Solsel

Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal yang akhirnya menyandang gelar Datuk Bandaro Bendang dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan, Sabtu, 28 November 2020
Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal yang akhirnya menyandang gelar Datuk Bandaro Bendang dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan, Sabtu, 28 November 2020 (Ist)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Menolak menjadi Datuk saat masih sekolah, Jasman Rizal tak lagi dapat mengelak dari Kaum kerabatnya di Alam Surambi Sungai Pagu untuk menyandang gelar adat Saat Ia menjabat Pjs Bupati Solsel .

Bak kata pepatah Setinggi-tinggi melempar jatuhnya ke bumi juga, Sejauh-jauh terbang Bangau surut/kembali ke kubangan jua.

baca juga: Data Jumlah Penduduk Solsel Versi Dukcapil Berbeda Dengan BPS, Kok Bisa?

Pepatah tersebut sepertinya bisa disandingkan dengan kisah Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal yang akhirnya menyandang gelar Datuk Bandaro Bendang dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan , daerah asal nenek moyang Jasman Rizal sebelum merantau ke Pelangai Banda Sapuluah Pesisir Selatan puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu.

Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal resmi menyandang gelar Datuk Bandaro Bendang dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan.
Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal resmi menyandang gelar Datuk Bandaro Bendang dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan.

Ketua Panitia Batagak Gala Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasia Talang Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan Syahrizal DT Tanbayang mengungkapkan gelar adat Datuak Bandaro Bendang yang disandang Jasman rizal saat ini bukan karena Jasman menjabat sebagai Pjs Bupati Solsel , tetapi gelar yang sudah tertunda sejak Jasman sekolah. Jasman berasal dari sungai pagu.

baca juga: Data BPS, Jumlah Penduduk Solok Selatan Didominasi Kaum Adam

"Jadi dulunya dalam sejarah dijemput lah gelar ke Sungai pagu oleh tetua dari banda sapuluah, dan diberi gelar datuk jo bendang," kata Syahrizal

Prosesi penyerahan gelar datuk pada Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal yang akhirnya menyandang gelar Datuk Bandaro Bendang dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan
Prosesi penyerahan gelar datuk pada Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal yang akhirnya menyandang gelar Datuk Bandaro Bendang dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan

Syahrizal Dt Tanbayang melanjutkan, saat yang mengemban gelar Datuak jo bendang sudah uzur, gelar tersebut akan diberikan kepada Jasman.

baca juga: Pembangunan RS Pratama Solsel Rampung, Pengoperasian Menunggu Izin

Saat gelar akan diberikan kepada Jasman, imbuhnya, saat itu jasman masih sekolah dan menolak karena belum sanggup mengemban gelar Datuak, Akhirnya gelar itu diberikan atau disandang jurai sebelah (Diemban Keluarga Jasman yang lain). Gelar itu tetap jo bendang.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menghadiri pemberian gelar pada Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal yang resmi menyandang gelar Datuk Bandaro Bendang dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menghadiri pemberian gelar pada Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal yang resmi menyandang gelar Datuk Bandaro Bendang dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan

"Gelar yang dilewakan saat ini adalah bandaro bendang. Dan inilah gelar asli Kaum dari sungai pagu. Jadi, bukan karena jasman pjs Bupati mendapatkan gelar ini, tetapi karena gelar ini dulu pernah ditolak Jasman," Ujar Syahrizal datuak tanbayang.

baca juga: Ketua DPRD Solsel Minta Tenaga Medis RS Pratama Dikembalikan ke Puskesmas dan RSUD, Ini Alasannya

Pemuka adat lainnya, Dt. Bando Putiah mengatakan Jasman Rizal yang diangkat menjadi Datuak tersebut anak kemenakan datuak bando putiah di palangai.

"Lah lamo tabanam. Kini diagiah namo mambangkik batang tarandam di Sungai Pagu. Kabua untuk mampatarang, telah disepakati jo ninik mamak di palangai jo bendang nan barampek, Dt. Rajo Bendang, Dt. Bandaro Hitam, Dt. saridano (Sudah lama tenggelam, sekarang diberi nama " Mambangkik Batang Tarandam di Sungai Pagu. Gelap untuk menerangi, telah disepakati bersama ninik mamak di pelangai dan bendang yang berempat)," kata Datuak Bando Putiah

Senada Dt. Bandaro Hitam menyebutkan Banda Sapuluah berada pesisir Selatan adalah rantau, kampung halamannya adalah Sungai Pagu.

"Banda Sapuluah adalah Rantau, Rumah kami alam surambi sungai pagu. Kami taruih bakambang. Untuak itu Mamintak ka niniak mamak disiko (Sungai Pagu) untuak kami diagiah gala (Banda Sapuluah adalah rantau, kami terus berkembang. Untuk itu meminta dengan ninik mamak disini (Sungai Pagu) untuk kami diberi gelar)," katanya

Datuak Saridano dari Palangai Banda Sapuluah Pessel mengatakan kedepannya Jasman Rizal Datuak Bandaro Bendang akan dibawa sehilir semudik, dan sama sama mengemban amanah adat di Palangai, Balai Salasa.

Sebelumnya Pjs Bupati Solok Selatan Jasman Rizal terima gelar adat "Datuak Bandaro Bendang" dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasia Talang Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan .

Pemberian gelar adat ini atas kesepakatan seluruh ninik mamak Suku Kampai Nan 12 di Bauah dibawah payuang Inyiak Majolelo beserta empat suku yang lain di Kanagarian Pasia Talang Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan dan permufakatan Pangulu pucuak dan sandi kaum Kampai Bendang Palangai (Balai Selasa) Pesisir Selatan. Pemakaian gelar adat ini disematkan melalui serangkaian prosesi adat yang cukup panjang dan kesepakatan dari beberapa Datuak dari beberapa suku yang ada didaerah setempat.

"Gelar Datuak" yang telah dilewakan (diberikan) bagi masyarakat minangkabau adalah gelar yang dikhususkan kepada seseorang yang dianggap bijaksana dalam bersikap, dinilai bisa mengayomi anak, kemenakan dengan baik. Selain itu "Gelar Datuak" diberikan kepada seseorang juga berarti bahwa orang tersebut dapat berlaku adil, meletakkan hukum dengan baik. "Dapek menjadi niniak mamak, barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, anak dipangku kamanakan dibimbiang (Dapat menjadi ninik mamak, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, anak dipeluk kemenakan dibimbing)

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam sambutan prosesi adat "Batagak Gala" Pjs. Bupati Solok Selatan yang digelar di "rumah tinggi" Inyiak Majalelo yang masih terpelihara keasliannya, Sabtu (28/11/2020) memberikan apresiasi atas nama pemerintah provinsi kepada Pjs. Bupati Solok Selatan .

"Prosesi Batagak Gala ini menandakan adat budaya masih tumbuh dalam nagari. "Batagak Gala" adalah salah satu bentuk melestarikan kegiatan adat nagari, dan juga sebagai identitas kita sebagai masyarakat minang," kata Irwan.

"Prosesi Batagak Gala adalah sebagai contoh untuk kedepan, begitulah musyawarah, keputusan diambil setelah melalui proses kesepakatan dan proses pertimbangan yang matang," tambah Irwan.

Terakhir Gubernur berharap gelar yang telah diberikan tidak untuk gaya-gayaan, tidak untuk gagah-gagahan, tapi adalah tanggung jawab dunia akhirat.

Pjs. Bupati Solok Selatan Jasman Rizal dalam sambutannya setelah prosesi gelar adat mengucapkan terima kasih kepada para datuak kaum, karena telah diberi kepercayaan dan amanah atas gelar "Datuak Bandaro Bendang" yang telah disandangnya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Solok Selatan khususnya Kanagarian Sungai Talang, karena diakhir masa jabatan saya sebagai Pjs. Bupati, saya diberikan amanah dengan gelar ini, mudah-mudahan kedepannya saya bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab ini dengan baik, diajak sehilir semudik." ucap Jasman.

Pucuak Kampai 12 Nan Dibawuah Inyiak Majolelo dari Alam Surambi Sungai Pagu dan pucuak Kampai Bendang dari Palangai K. Dt. Saridano menyatakan, bahwa gelar Datuak Bandaro Bendang merupakan gelar yang telah lama tenggelam, hari ini dibangkitlan kembali dengan istilah Mambangkik Batang Tarandam. Gelar ini terpakai di Alam Surambi Sungai Pagu dan terpakai juga di Nagari Palangai Banda Sapuluah (Pesisir Selatan).

Turut hadir, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Drs. Alwis, Kepala OPD, Jajaran Pemda Solok Selatan , Polsek, Danramil, Pemuka Masyarakat, Tokoh Adat, Alim Ulama, Bundo Kanduang, perwakilan perusahaan dan perbankan.(Adv)

Penulis: Kamisrial | Editor: Khadijah