Matangkan Praktik Notaris, Pengwil INI Sumbar Kembali Gelar Magang Bersama

Ketua Umum Pengwil INI Sumbar, Muhammad Ishaq berikan pengarahan pada peserta Maber pada pembukaan Maber Periode November 2020, Sabtu (28/11/2020) di Wisma Grha K2, Jalan Damar, Padang.
Ketua Umum Pengwil INI Sumbar, Muhammad Ishaq berikan pengarahan pada peserta Maber pada pembukaan Maber Periode November 2020, Sabtu (28/11/2020) di Wisma Grha K2, Jalan Damar, Padang. (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil INI) Sumatera Barat kembali menggelar Magang Bersama (Maber) periode November 2020. Magang tersebut menjadi satu anak tangga untuk menciptakan notaris yang berkompeten.

"Ini kewajiban kami, ini tugas kami untuk melaksanakan Maber, karena ini tahapan yang harus difasilitas oleh Pengwil INI Sumbar bagi calon notaris,"sebut Ketua Umum Pengwil INI Sumbar , Muhammad Ishaq pada pembukaan Maber Periode November 2020, Sabtu (28/11/2020) di Wisma Grha K2, Jalan Damar, Padang.

baca juga: Alumni SMKN 2 Padang Sebut Aturan Penggunaan Jilbab Sudah Ada dari Dulu, Ini Pengakuannya

Kegiatan itu terlaksana atas kerjasama antara Fakultas Hukum Universitas Andalas ( Unand ) dengan Pengwil INI Sumbar . Sebelumnya, Pengwil INI Sumbar sudah menjalin kerjasama dengan Fakultas Hukum Unand .

Dikatakannya, magang bersama diatur didalam Peraturan Perkumpulan nomor 10/PERKUM/INI/2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Perkumpulan INI Nomor 06/Perkum/INI/2017 Tentang Magang. Dengan itu, setiap tahun Pengwil INI Sumbar tetap menggelar magang bersama.

baca juga: Heboh Kasus Pemakaian Jilbab Untuk Siswa Non Muslim, Kuasa Hukum Sebut Jeni Tidak Merasa Terusik

Sebagai satu anak tangga untuk melahirkan notaris, magang bersama tetap dilaksanakan meski dalam masa pandemi covid-19. Sehingga pelaksanaan itu menjadi tantangan tersendiri bagi panitia.

"Secara prinsip tantangan pengurus itu adalah, bagaimana kita bisa melahirkan notaris yang berkompeten. Memahami tugas dan fungsinya setelah menyandang jabatan notaris. Hanya saja saat ini masa pandemi, pelaksanaan magang ini juga menjadi tantangan lain bagi kami, sehingga kegiatan ini dapat berjalan baik,"sebutnya Muhammad Ishaq didampingi Ketua Bidang Organisasi Pengwil INI Sumbar , Heri Tito Rinaldi.

baca juga: Memasak Apam, Tradisi Warga Pasaman Barat Menyambut Bulan Rajab

Dijelaskannya, sesuai dengan regulasi yang ada saat ini, untuk dapat menyandang jabatan notaris memang harus melalui proses yang panjang. Tujuannya, katanya bukan untuk mempersulit, namun meningkatkan kualitas.

"Kita akui, ada banyak aturan baru yang mengharuskan calon notaris mengikutinya. Prinsipnya itu bukan untuk mempersulit, tapi bagaimana pengurus mencetak notaris yang berkualitas ke depan,"ulasnya.

baca juga: Pasutri di Bukittinggi Ditangkap dalam Kasus Perkosaan, Ini Peran Sang Istri

Menurutnya, jabatan notaris sebagai salah satu profesi hukum harus mampu melaksanakan jabatannya dengan baik. Sehingga produknya benar-benar menimbulkan kepastian hukum.

"Jadi notaris itu adalah jabatan yang tak kalah berisiko. Maka, Maber inilah salah satu sarana pembentukannya,"tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Magang Bersama, Mitra Pemilda, SH, M.Kn menyebutkan Magang bersama pada November 2020 ini adalah yang ke tiga kalinya digelar pada 2020.

Sebelumnya Pengwil INI Sumbar menggelar magang bersama dan ujian pra ALB pada Februari 2020. Kemudian dilanjutkan pada Agustus 2020. Sama dengan kegiatan sebelumnya, Magang Bersama kali ini juga berlangsung untuk semua semester. Mulai dari Semester I, II, III dan IV.

"Karena Maber ini menjadi kegiatan rutin kita, makanya kita melaksanakan untuk seluruh semester. Pesertanya cukup banyak, namun kami tetap mengutamakan protokol kesehatan,"ungkapnya.

Dijelaskannya, magang bersama itu adalah untuk menyamakan persepsi calon notaris. Persepsi itu lebih kepada praktik yang akan dilakukan notaris nantinya. Sehingga lebih banyak dibuka ruang diskusi dibanding dengan teori.

"Kalau teori adik-adik itu sudah mendapatkannya di bangku kuliah,"sebutnya.

Untuk memastikan protokol kesehatan berjalan pada kegiatan itu, panitia mewajibkan peserta melampirkan bukti hasil rapid test. Bagi peserta yang ternyata hasil rapidnya reaktif, maka disarankan untuk tidak mengikuti, dengan mengambil periode berikutnya.

"Kami panitia tetap tekannya, keselamatan dan kesehatan peserta,"pungkasnya.(*)

Editor: Joni Abdul Kasir