Bawaslu Sumbar Akan Kaji Laporan Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN yang Libatkan Kasatpol PP Padang

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG , KLIKPOSITIF - Pelaporan terhadap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Padang telah diterima oleh Badan Pengawasan Pemilu ( Bawaslu ) Sumatera Barat.

"Tadi kami telah menerima laporannya dan akan kami pelajari selanjutnya," kata seorang staf Bawaslu Sumbar yang menerima laporan, Rahmad Ramli saat dikonfirmasi.

baca juga: Dapat Rekomendasi Ombudsman dan Disdik, SMKN 2 Padang Akan Pertegas Aturan Tata Tertib Berpakaian

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengkajian terlebih dahulu untuk menyatakan apakah mencukupi syarat formil dan materilnya.

"Kami menunggu pimpinan dulu untuk memastikan apakah persyaratannya cukup atau tidak," lanjutnya.

baca juga: Dianggarkan Miliaran Rupiah, Masjid di Padang Ini Akan Diubah Jadi Islamic Center

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Padang dilaporkan ke Badan Pengawasan Pemilu ( Bawaslu ) Sumatera Barat pada Senin 30 November 2020.

Kasatpol PP Padang , Alfiadi dilaporkan atas dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang.

baca juga: Pengacara Orangtua Pelajar Non Muslim Bertemu dengan Pihak Sekolah, Ini Hasil Pembicaraannya

"Saya kemarin mendapatkan kiriman data dari seseorang yang nomor telponnya tidak saya kenal dan mengirimkan bukti-bukti indisipliner dari ASN atas nama Alfiadi Datuak Tumangguang Rang Kayo Basa," kata pelapor Defrianto Tanius.

Ia mengatakan bahwa laporan yang ia serahkan ke Bawaslu adalah terkait penyerahan uang sebesar Rp 150 juta untuk biaya sewa gedung, operasional dan posko.

baca juga: Minta Cari Tahu Fakta yang Terjadi, Kepsek SMKN 2 Padang : Jika Salah, Saya Siap Dipecat

"Saya melaporkan ke Bawaslu ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti penyalah gunaan bukti ini," lanjutnya.

Dalam bukti yang ia lampirkan, tertera bahwa Kasatpol PP Kota Padang memberikan uang tersebut kepada Muhalamsyah.

"Uang tersebut untuk penyewaan gedung yang beralamat di Jalan Ahmad Yani nomor 01 B Kota Padang yang merupakan posko pemenangan pasangan calon Mahyeldi-Audi," lanjutnya.

Ia menyatakan bahwa laporan tersebut dia lakukan atas kemauannya sendiri agar tidak disalah gunakan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi