Catut Nama dan Foto Dalam Kalender, Mantan Bupati Pasbar Melapor ke Polisi

Mantan Bupati Pasaman Barat, Baharuddin R (baju putih) bersama Pengacaranya Andreas Ronaldo sambil menunjukkan kalender yang dimaksud
Mantan Bupati Pasaman Barat, Baharuddin R (baju putih) bersama Pengacaranya Andreas Ronaldo sambil menunjukkan kalender yang dimaksud (Istimewa)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Mantan Bupati Pasaman Barat , Baharuddin R membuat laporan di Polres Pasaman Barat . Laporan itu terkait dugaan pencatutan nama dan foto nya dalam kalender kampanye yang telah tersebar.

"Kalender yang diedarkan itu diduga untuk mengadu domba dan kampanye hitam terhadap salah seorang paslon bupati. Untuk itu saya laporkan ke polisi, supaya jelas siapa pelaku dan dalangnya," sebutnya kepada awak media usai membuat laporan, Senin (30/11/2020).

baca juga: Benarkah Warga Pasbar yang Ditemukan Meninggal dengan Luka Dipinggang Diterkam Buaya? Ini Kata BKSDA

Menurutnya kalender itu digunakan untuk kampanye hitam. Sebab, penggunaan foto dan namanya dicetak oleh oknum tertentu tanpa seizin dan sepengetahuannya.

"Tidak pernah seizin saya, saya merasa keberatan ada nama dan foto saya pada kalender yang dicetak. Ini patut diduga ada oknum tertentu yang terindikasi untuk kampanye hitam," katanya.

baca juga: Sempat Dilaporkan Hilang, Warga Pasbar Ini Ditemukan Meninggal dengan Luka Gigitan Pada Bagian Pinggang

"Indikasinya dilakukan oleh oknum pasangan calon bupati tertentu. Siapa dalangnya, ya penyidiklah membuktikannya nanti," sambung Ketua DPD Partai Amanat Nasional Pasaman Barat dan juga anggota DPRD Pasaman Barat itu.

Ia mengaku laporan yang dibuatnya di Kepolisan Resort Pasaman Barat itu murni atas dari dirinya sendiri. Sebab, ia merasa pencatutan atas nama dan foto nya yang tertera didalam kalender tanpa izin darinya.

baca juga: Seorang Warga di Pasbar Diduga Diserang Buaya, Keberadaannya Masih Misterius

"Ini laporan murni dari diri saya, karena mencatut foto dan nama saya tanpa izin. Ini telah menguntungkan salah satu paslon, tapi merugikan bagi saya," ulasnya.

Untuk itu ia berharap kejadian tersebut, polisi dapat segera mengusut kasus itu. Sehingga siapa yang mengedarkan, mencetak dan menyuruh bisa terungkap siapa dalang dari itu semua.

baca juga: Dirwansyah Nahkodai Partai Golkar Pasaman Barat

Baharuddin melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Pasaman Barat didampingi pengacaranya Andreas Ronaldo. Sedangkan terlapornya untuk sementara berinisial MR seorang eks Mahasiswa.

Sedangkan menurut pengacara Baharuddin, Andreas Ronaldo, kliennya benar melaporkan terkait pencatutan nama dan foto tanpa izin. "Ini ranahnya ranah pribadi, bukan ranah Pilkada," tegasnya.

"Kalender yang dibagikan bukan alat peraga kampanye. Kalau itu alat peraga kampanye, tentu harus ada tiga logo partai pengusung," sambung Andreas.

Terpisah, Kapolres Pasaman Barat AKBP Sugeng Hariadi melalui Kasubag Humas AKP Defrizal membenarkan laporan atas kasus dugaan pencatutan nama dan foto mantan Bupati Pasaman Barat tersebut.

"Benar, ada laporan atas kasus dugaan pencatutan nama dan foto. Saat ini kasusnya sedang didalami Reskrim Polres Pasaman Barat ," sebut Defrizal.

Untuk diketahui, nama dan foto mantan Bupati Pasaman Barat itu dicatut dalam kalender yang disebarkan dengan menampilkan pasangan calon Hamsuardi-Risnawanto dengan logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan disertai dengan foto Ketua Umum PDIP.

Laporan itu juga tertulis dalam laporan polisi nomor LP/399/XI/2020-SPKT-Res- Pasbar tanggal 30 November 2020. Dengan dugaan pasal yang dilaporkan pasal 310 ayat 2 KUHP.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi