Fenomena Berulang, Tumpukan Sampah di Pantai Padang

.
. (ist)

KLIKPOSITIF - Cuaca buruk dalam 3 hari belakangan membuat sampah dari hulu sejumlah sungai menumpuk di Pantai Padang , tepatnya di kawasan Muaro Lasak, Kecamatan Padang Barat.

Tumpukan sampah itu tampak menumpuk di sepanjang bibir pantai dari kawasan Cimpago hingga ke ujung jalan Muaro Lasak. Pada umumnya, tumpukkan sampah itu merupakan sampah plastik dan kayu.

baca juga: Untuk Wilayah Sumbar, Indeks Pencemaran Udara di Kota Padang Terendah Selama 2020

Ketua Pemuda Muaro Lasak, Robi mengatakan, sampah-sampah ini sudah menumpuk sejak Sabtu, 9 Januari 2021 lalu.

"Awalnya berbau, tapi lama-kelamaan baunya hilang. Selalu seperti setiap cuaca buruk," katanya pada Katasumbar jaringan KLIKPOSITIF .com. Ia menjelaskan, kondisi ini bukan dari wisatawan .

baca juga: Ramadan Kali Ini, Pemko Padang Tidak Buka Pasar Pabukoan

"Ini bukan sampah wisatawan , tapi sampah masyarakat yang bermukim di hulu sungai Banda Bakali dan sungai besar yang dekat Basko Mall. Jelas menganggu sekali," ungkapnya.

Menurut dia, selama liburan akhir tahun lalu, tidak ada pengunjung ke Pantai Padang karena memang kawasan itu ditutup. Begitu pula pasca liburan akhir tahun.

baca juga: Ini Aturan Untuk Rumah Makan di Padang Selama Bulan Puasa

"Setelah tahun baru, pengunjung tidak begitu ramai. Kalaupun ada pengunjung, sampah-sampahnya kami buang ke tempat yang sudah disediakan Pemko. Jadi tidak mengotori pantai," ucap Robi.

Hal serupa dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang , Arfian. Ia menyebutkan, penumpukkan sampah ini merupakan fenomena berulang.

baca juga: Kualitas Udara Semakin Buruk, DLH Padang Rancang Perda Pengendali Udara

"Setiap kali cuaca buruk atau hujan deras berulang, aliran sungai besar yang bermuara ke Pantai Padang ikut serta membawa sampah . Kami duga, itu sampah dari pemukiman warga sekitaran hulu sungai ini," jelas Arfian.

Saat ini, pihaknya masih mengupayakan 20 orang petugas kebersihan untuk mengangkut sampah -sampah itu.

"Sementara pakai tenaga petugas dulu, selanjutnya kami akan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum," pungkasnya kemudian.(*)

Editor: Eko Fajri