Meski Sempat Ragu, Tenaga Kesehatan di Padang Ini Jelaskan Rasanya Divaksin Corona

Ketrin saat menerima sertifikat tanda telah divaksin
Ketrin saat menerima sertifikat tanda telah divaksin (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Seorang tenaga kesehatan yang telah melakukan vaksinasi mengaku sempat meragukan vaksin Sinovac yang diimpor oleh Kementrian Kesehatan dan sudah didistribusikan untuk tenaga kesehatan .

"Awalnya saya sempat ragu dengan banyaknya kabar miring tentag vaksin ini. Tapi saya berpikir tidak mungkin pemerintah akan mencelakai tenaga kesehatan , apalagi masyarakat," kata salah seorang tenaga kesehatan yang telah melakukan vaksinasi, Ketrin.

baca juga: Ini Tanggapan Anggota DPR Terkait Dugaan Mark Up Dana COVID-19 di Sumbar

Tenaga Kesehata Rumah Sakit Yos Sudarso itu mengaku bahwa ia sempat ragu utuk melakukan vaksinasi, tetapi setelah meyakinkan diri, ia datang bersama beberapa temannya untuk divaksin di Puskesmas Padang Pasir pada Selasa 19 Januari 2021.

"Kalau bagi saya cara meyakinkannya hanya dengan percaya bahwa segala sesuatu itu adalah kehendak tuhan dan kita hanya menjalaninya saja," katanya.

baca juga: Jika Konflik Internal Terus Berlanjut, Pengamat: Bisa Saja Demokrat Tak Bisa Ikut Pemilu

Setelah melakukan vaksinasi, ia mengatakan bahwa dirinya tidak merasakan apapun dan hanya seperti disuntik biasa saja.

"Rasanya sama seperti divaksin biasa. Seperti disuntik biasa saja dan saya mearasa tidak ada evek lain setelah disuntuk vaksin ini," lanjutnya.

baca juga: Kejar Wisatawan dalam Negeri, Sandiaga Uno: Ada 55 Juta warga Kelas Menengah yang Ingin Berwisata

Ia mengatakan bahwa disuntik vaksin tersebut bisa meminimalisir tertularnya dari virus Covid-19 yang telah menjadi pandemi selama setahun di dunia.

Meskipun sudah divaksin, saya tetap akan terus menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," tutupnya.

baca juga: Sebut Vaksinasi Covid-19 Berjalan Lambat, Perhimpunan Guru Pesimis Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri