Telah Periksa Pulau Laki Terkait Tanda SOS, Basarnas : Tidak Ada Apa-apa di Situ

Petugas Basarnas membawa kantong jenazah berisi bagian tubuh korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/1/2021).
Petugas Basarnas membawa kantong jenazah berisi bagian tubuh korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/1/2021). (Suara.com/Angga Budhiyanto)

KLIKPOSITIF - Direktur Operasi Badan SAR Nasional ( Basarnas ) Brigjen Rasman MS membantah informasi soal penanda SOS yang muncul ketika mencari Pulau Laki di aplikasi Google Maps memiliki keterkaitan dengan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Rasman menegaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut dan tidak menemukan apa-apa di daerah tersebut.

baca juga: Muncul Tanda SOS di Pulau Laki Diduga Ada Korban Sriwija Air Selamat, Basarnas Tidak Mau Berspekulasi

"Tidak ada apa-apa di situ, sudah saya konfirmasi sama anggota tidak menemukan sesuatu," tegas Rasman di JICT II Tanjung Priok, Jakarta pada Rabu (20/1/2021).

Terkait munculnya tanda itu di aplikasi Google Maps, Rasma mengatakan bisa saja terdapat skenario di mana nelayan yang dalam cuaca kurang baik berlindung di pulau tersebut dan menggunakan ponsel pintar untuk memasukkan tanda tersebut.

baca juga: Ini Kendala dalam Evakuasi Korban Gempa Sulbar

"Biasanya nelayan itu senangnya dia kalo cuaca kurang baik dia akan berlindung di situ. Perahunya dinaikkan, mungkin dia main HP atau segala macam. Ya, bisa saja. Tapi kalau berkaitan dengan Sriwijaya tidak ditemukan," ujar Rasman.

Sebelumnya media sosial dihebohkan dengan tangkapan layar aplikasi peta yang memperlihatkan penanda bertuliskan SOS di Pulau Laki , Kepulauan Seribu, Jakarta yang dekat dengan diduga lokasi jatuhnya Sriwijaya Air.

baca juga: Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Diperpanjang 3 Hari

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi