Ada 46 Siswa Non Muslim, Kepsek SMKN 2 Padang : Selama Ini Tidak Pernah Komplain Penggunaan Kerudung

Kepala Sekolah SMKN 2 Padang menjelaskan permasalahan kepada awak media
Kepala Sekolah SMKN 2 Padang menjelaskan permasalahan kepada awak media (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Padang menyatakan bahwa ada sebanyak 46 siswa non muslim yang menimba ilmu di sekolah yang ia pimpin itu.

"Ada 46 orang siswa kami yang non muslim, selama ini mereka maupun orang tuanya tidak pernah komplain dengan penggunaaan kerudung yang kami sepakati dengan kumite sekolah ," kata Kepala Sekolah SMKN 2 Padang , Rusmadi, Jumat 22 Januari 2021.

baca juga: Anggota DPR Minta Masyarakat Sumbar Tidak Takut Divaksin

Ia mengatakan, siswa non muslim yang menggunakan kerudung di sekolah tersebut bahkan mengaku nyaman menggunakannya.

"Biasanya, siswi non muslim di sekolah kami menggunakan kerudung seperti menggunakan selendang saja, dan itu kami perbolehkan," lanjutnya.

baca juga: Ini Tanggapan Anggota DPR Terkait Dugaan Mark Up Dana COVID-19 di Sumbar

Menurutnya, memang benar adanya aturan menggunakan kerudung di sekolah tersebut, tetapi tidak bersifat memaksa seperti informasi yang beredar di media sosial.

"Kalau untuk aturan itu sebenarnya sudah lama, bahkan sebelum saya menjadi kepala sekolah aturan itu juga sudah ada," lanjutnya.

baca juga: Pemuda yang Terseret Gelombang di Pessel Berhasil Ditemukan, Satu Lainnya Masih dalam Pencarian

Menurutnya, siswi atas nama Jeni Cahyani Hia pada Jumat 22 Januari 2021 masih masuk sekolah dan masih perbolehkan belajar dengan tidak menggunakan kerudung.

"Anak kami atas nama Jeni tadi pagi masuk sekolah dan tidak menggunakan kerudung. Tetap kami perbolehkan belajar seperti biasanya," lanjutnya.

baca juga: Sebut Vaksinasi Covid-19 Berjalan Lambat, Perhimpunan Guru Pesimis Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya akan kembali memanggil orangtua yang bersangkutan untuk memperjelas duduk perkara tersebut.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi