Aturan Berkerudung di Sekolah Dibuat pada Masa Jabatannya, Mantan Wali Kota Padang Jelaskan Hal Ini

Mantan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar
Mantan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Mantan Wali Kota Padang , Fauzi Bahar menganggap permasalahan dugaan pemaksaan berhijab di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Padang hanya sebuah miss komunikasi saja.

"Kalau saya menilai, itu hanya miss komunikasi antara pihak sekolah dan pihak orang tua siswa saja," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF .com, Sabtu 23 Januari 2021.

baca juga: Jika Konflik Internal Terus Berlanjut, Pengamat: Bisa Saja Demokrat Tak Bisa Ikut Pemilu

Ia mengatakan, aturan menggunakan kerudung atau jilbab itu dibuat pada saat ia menjabat sebagai Wali Kota Padang pada tahun 2004 lalu.

"Kami membuat aturan itu dulunya bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan kami membuat aturan tersebut dahulunya," katanya.

baca juga: Kejar Wisatawan dalam Negeri, Sandiaga Uno: Ada 55 Juta warga Kelas Menengah yang Ingin Berwisata

Alasan pertama menurutnya agar siswa terhindar dari penyakit Demam Berdarah (DBD). "Sebelumnya, kalau menggunakan pakaian pendek, siswa tidak sadar mereka digigit nyamuk saat belajar. Dengan seluruhnya tertutup, maka hal itu tidak akan terjadi," lanjutnya.

Menurutnya, hal tersebut terbukti dengan menurunnya tingkat DBD di Kota Padang saat aturan tersebut diterapkan di sekolah di Kota Padang .

baca juga: Sebut Vaksinasi Covid-19 Berjalan Lambat, Perhimpunan Guru Pesimis Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli

Selain itu, menurutnya penggunaan hijab terhadap seluruh siswa baik muslim atau non muslim agar tidak terjadi pembulian dan seluruh siswa sama semuanya.

"Selain itu, niat kami dengan aturan tersebut terjadinya pemerataan dan tidak ada terlihat siapa yang kaya dan miskin. Karena dengan menggunakan jilbab, perhiasan yang mereka gunakan tidak terlihat," lanjutnya.

baca juga: Soal KLB, Tokoh Demokrat Sebut Penjelasan Mahfud MD Bertele-tele

Sebelumnya, Ombudsman perwakilan Sumatera Barat memanggil Kepala Sekolah SMKN 2 Padang itu untuk memaparkan terkait informasi yang viral di media sosial tersebut.

Postingan dari akun facebook Elianu Hia menyatakan bahwa pihak SMKN 2 Padang memaksa anaknya untuk menggunakan jilbab.

Dalam postingan tersebut, ia mengupload foto surat yang menyatakan pernyataan tidak bersedia menggunakan kerudung atau jilbab.

Hingga berita ini diturunkan, yang memposting surat tersebut tidak ingin untuk dikonfirmasi dan telah dihubungi melalui messangger facebook.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri