Presiden Bagi-Bagi Nasi, Refly Harun: Saya Bisa Katakan Ini Kerumunan, Tapi.....

komentar Refly Harun di chanel youtube nya tentang Presiden Bagi-Bagi Nasi
komentar Refly Harun di chanel youtube nya tentang Presiden Bagi-Bagi Nasi (Youtube/ Refly Harun)

KLIKPOSITIF - Aksi Presiden Jokowi bagi-bagi nasi kotak menimbulkan efek domino. Selain menimbulkan kerumunan warga yang berebut nasi kotak, aksi ini juga mengundang kritik dari publik karena Presiden Jokowi dianggap abai terhadap protokol kesehatan .

Salah satu yang menyampaikan kritik ialah Refly Harun . Ia menyampaikan pandangannya terkait hal tersebut lewat sebuah video yang diunggah di kanal Youtubenya. Dalam judul video tersebut ia menegaskan bahwa pencipta kerumunan itu adalah Presiden Jokowi.

baca juga: Partai Demokrat Kubu Moeldoko Hari Ini Datangi Kemenkumham, Serahkan Bukti Legalitas

"PENCIPTA KERUMUNAN ITU BERNAMA JOKOWI!!" bunyi judul video Refly Harun .

Dalam video tersebut, Refly mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak mungkin dipidanakan karena membuat kerumunan . Meskipun begitu ia tetap sepakat bahwa Presiden Jokowi adalah penyebab kerumunan yang terjadi di lokasi bencana itu.

baca juga: Mutasi Virus Corona Ditemukan di Indonesia, Ini Kata Dokter Siti Nadia Tarmizi dan Profesor Amin Subandrio

"Kalau kita bicara tentang kerumunan yang diciptakan presiden Jokowi, ya saya bisa mengatakan bahwa ini kerumunan . Pertanyaannya adalah kerumunan ini diciptakan oleh kepala negara, coba mau diapakan? Apakah kepala negara juga akan diproses pidana? kan tidak mungkin," ujarnya.

Ia lantas mengingatkan bahwa segala sesuatu tidak akan baik jika diselesaikan dengan langkah memidanakan.

baca juga: Dana PEN Sumbar Rp250 Miliar, Gubernur Berharap Bisa Dongkrak Ekonomi Masyarakat

"Makanya dari awal, saya mengatakan selalu, jangan apa-apa dekati dari sudut pidana, apa-apa itu dekati dari sudut penyelesaian masalah, kalau misalnya menyelesaikan masalahnya bisa dengan minta maaf, dan di kemudian hari tidak melakukan perbuatannya lagi," lanjutnya lagi.

Refly menyebut, akibat dari sikap apa-apa dipidanakan terlihat dalam tanggapan masyarakat yang ingin agar Raffi Ahmad dan bahkan Jokowi dipidanakan seperti Habib Rizieq .

baca juga: Sukses Usai Di-PHK, Produk Bikinan Edi Terjual hingga ke Amerika dan Eropa

"Jadi ketika Habib Rizieq ditangkap karena protokol kesehatan , ada Raffi Ahmad yang baru divaksin melanggar protokol, maka imajinasi orang harus dipidanakan juga, nah yang gawat adalah ketika kerumunan itu justru diciptakan oleh kepala negara sendiri atau presiden RI, lalu tiba-tiba ada yang berimajinasi agar di-Habib Rizik-kan juga, kan runyam,"

Berkaca dari kasus Habib Rizieq , Refly menyebut bahwa tindakan yang dilakukan Presiden JOkowi saat membagikan nasi kotak bisa dipersepsikan membahayakan orang lain juga. Meskipun para warga tak berkontak dekat dengan presiden , mereka satu sama lain saling berhimpitan tanpa jarak.

"Apa yang dilakukan Jokowi dapat dipersepsikan membahayakan orang lain juga," ujar Refly.

"Ia berjarak dengan Presiden Jokowi, tapi rakyatnya sendiri malah berkerumun dan berdempetan tidak ada lagi jarak," lanjutnya.

"Kan itu diciptakan oleh Presiden Jokowi sendiri," lanjutnya lagi.

Refly lantas menekankan bahwa Presiden Jokowi harus memberi contoh pada masyarakat untuk menghormati dan menegakkan protokol kesehatan .

" Presiden harus memberi contoh bagaimana menghormati dan menghargai protokol kesehatan , dan tidak memancing kerumunan ," ucapnya.

Video selengkapnya dapat dilihat di sini.

Editor: Eko Fajri