70 Persen Kepala Keluarga di Pasbar Telah Terima Bantuan COVID-19 pada 2020

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Barat, Yonnisal
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Barat, Yonnisal (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Barat , Sumbar menyebut sekitar 81.200 dari 116.000 kepala keluarga yang tercatat telah menerima bantuan dampak Corona di tahun 2020.

"Sekitar 70 persen atau 81.200 kepala keluarga di Pasaman Barat telah mendapat bantuan langsung tunai karena terdampak Corona ," sebut Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat , Yonnisal kepada KLIKPOSITIF , Senin (25/1/2021).

baca juga: Mutasi Virus Corona Ditemukan di Indonesia, Ini Kata Dokter Siti Nadia Tarmizi dan Profesor Amin Subandrio

Ia mengatakan dana bantuan tersebut bersumber dari alokasi dana desa, APBD Kabupaten, APBD Propinsi dan dana dari pemerintah pusat.

"Bantuan dampak corona ini di tahun 2021, kemungkinan akan dianggarkan pemerintah daerah Pasaman Barat . Namun hingga saat ini belum ada instruksi dari kepala daerah," katanya.

baca juga: Dana PEN Sumbar Rp250 Miliar, Gubernur Berharap Bisa Dongkrak Ekonomi Masyarakat

"Saat ini pemerintah nagari sedang melakukan pendataan. Pemerintah pusat telah memerintahkan, agar bantuan dampak corona dianggarkan dari alokasi dana desa," sambungnya.

Yonnisal menjelaskan untuk penerima bantuan dampak corona yang bersumber dari alokasi dana desa kali ini tidak merata seperti bantuan kemarin, kali ini disasar untuk warga miskin yang belum tersentuh bantuan apa pun.

baca juga: Ketua SPI Pasbar Sebut Kementrian Agraria Harus Kembalikan 2.000 Hektar Tanah Ulayat

"Kemarin kan semua dapat, tanpa menilai kaya atau miskin. Kali ini tidak, dikhususkan warga miskin yang belum pernah sekalipun tersentuh bantuan," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan pihaknya dalam bantuan yang bersumber dari alokasi dana desa hanya bersifat mengarahkan, mesinkronkan data dan mengevalusi data yang dibuat nagari.

baca juga: Tuntut Selesaikan Konflik Agraria, Ratusan Massa SPI Datangi Kantor Bupati Pasbar

"Dinas Sosial hanya bersifat membantu, agar tidak terjadi penerima ganda dan kemudian penerima diluar masyarakat miskin. Saat ini setahu saya sedang dilakukan pendataan," ungkapnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi