Kasus Stunting Dinilai Masih Tinggi di Lima Puluh Kota, Ini Langkah Pemkab

Rapat Pemetaan dan Analisa Situasi Stunting di Lima Puluh Kota
Rapat Pemetaan dan Analisa Situasi Stunting di Lima Puluh Kota (Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Menghadapi tingginya kasus stunting di Lima Puluh Kota , Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama Dinas Kesehatan gelar Analisis Program Penurunan Stunting tahun 2021 di Aula Dinas Kesehatan , Selasa 26 Januari 2021 lalu. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kominfo Fery Chofa saat dihubungi KLIKPOSITIF Kamis 28 Januari 2021.

Ia mengatakan rapat tersebut dihadiri Tim Koordinasi dan Pokja Data, OPD Sensitif dan Spesifik, stakeholders terkait serta TPG se-Kabupaten Lima Puluh Kota . Kemudian juga diperkuat dengan ditambahnya beberapa OPD yang terlibat dalam menekan jumlah kasus stunting yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota , diantaranya Dinas Perikanan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

baca juga: Jika Konflik Internal Terus Berlanjut, Pengamat: Bisa Saja Demokrat Tak Bisa Ikut Pemilu

"Menurut data Riskesdes dari tahun 2007 sampai tahun 2018, jumlah kasus stunting di Kabupaten Lima Puluh Kota terus meningkat, dan data tahun 2019 Kabupaten Lima Puluh Kota dijadikan salah satu Lokasi Fokus Penanganan Stunting secara nasional untuk tahun 2020 sampai dengan 2024. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan , menunjukkan bahwa Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Lima Puluh Kota cukup tinggi yaitu sebesar 40,1 % dan merupakan yang ketiga tertinggi di Sumatera Barat setelah Kabupaten Solok dan Kabupaten Pasaman," kata Fery Chofa.

Ia menjelaskan penandatanganan Komitmen Kepala Daerah pada tanggal 3 Oktober 2019 lalu di Jakarta untuk melakukan upaya percepatan pencegahan anak kerdil ( Stunting ) di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan melaksanakan 8 aksi konvergensi penanganan Stunting . Delapan aksi tersebut diantaranya analisis situasi untuk penetapan lokus, pemetaan program kegiatan prencanaan dan penganggaran, pelaksanaan rembuk stunting , penyusunan Peraturan Bupati tentang Kewenangan Nagari, peningkatan kapasitas kader pembangunan manusia di nagari, melakukan analisis sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi serta review kinerja stunting .

baca juga: Kejar Wisatawan dalam Negeri, Sandiaga Uno: Ada 55 Juta warga Kelas Menengah yang Ingin Berwisata

"Menentukan lokus penanganan stunting tahun 2022, dengan berpedoman pada hasil publikasi data stunting hasil penimbangan masal bulan agustus tahun 2020, dimana diperoleh ada 10 Nagari yang dinyatakan berstatus merah, antara lain Situjuah Banda Dalam, Tarantang, Suliki, Sei.Rimbang, Tj.Bungo, Baruah Gunuang, Koto Tangah, Pandam Gadang, Talang Anau, Koto Tinggi, Manggilang dan Gunung Malintang," ujar Kadiskominfo Lima Puluh Kota via WhatsApp.

Namun dijelaskannya bahwa dari beberapa daerah tersebut ada beberapa daerah yang di jadikan lokus atau lokasi fokus dalam penanganan kasus stunting pada anak, yaitu Nagari Talang Anau dan Pandam Gadang karena menjadi daerah dengan persentasi kasus stunting yang mencapai 26%. Data ini masih dapat berubah dikarenakan belum semua OPD mengisikan data cakupan layanan antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, DP2KBP3A.

baca juga: Sebut Vaksinasi Covid-19 Berjalan Lambat, Perhimpunan Guru Pesimis Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli

"Dalam hal ini tim penanganan stunting juga berencana akan Menggaet akademisi, dunia usaha dan perantau untuk berkerjasama dan berkolaborasi dalam penanganan stunting . Aksi pertama ini merupakan tahap awal dalam penanganan stunting , dan pada tahapan selanjutnya para OPD dan stakeholder yang terlibat akan mempersentasikan program rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk menekan jumlah kasus stunting di Kabupaten Lima Puluh Kota ," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri