Gagalkan Pengiriman Ratusan Kilogram Ganja Asal Aceh ke Jakarta, BNN: Dikendalikan Narapidana

ilustrasi
ilustrasi (dok. BNN/Istimewa)

KLIKPOSITIF - Seorang narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Rajabasa, Bandar Lampung , mengendalikan pengiriman narkoba jenis ganja sebanyak 248.057 kilogram (kg).

Ganja asal Aceh itu rencananya dikirim Jakarta . Namun sebelum tiba di Jakarta , petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung sudah menciumnya.

baca juga: Jadi TO Ops Antik Singgalang 2021, Dua Tersangka Narkoba Dibekuk Polres Payakumbuh

Petugas BNN Provinsi Lampung menggagalkan upaya penyelundupan ganja itu saat dalam perjalanan. Polisi menghentikan sebuah mobil yang mengangkut ganja itu di Jalan Airan Raya, Way Hui, Lampung Selatan pada Sabtu (6/2/2021) pukul 22.30 WIB.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Provinsi Lampung Brigjen Pol Jafriedi mengatakan upaya pengiriman 248.057 kilogram (kg) yang berhasil digagalkan oleh BNN dikendalikan oleh seorang narapidana

baca juga: Terbanyak dalam Sejarah, Pemerintah Bakal Buka 1,2 Juta Formasi CPNS

"Tersangkanya Heri Susilo (26), warga Bandarlampung yang kendalikan. Dia merupakan napi di Lapas Rajabasa," katanya, Rabu (10/2/2021) dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan tersangka Heri mengendalikan dua orang kurir bernama Ahmad Salaludin (28), warga Metro dan Habin Ramdhan (20), warga Bandarlampung. Heri mengendalikan dua orang kurir tersebut melalui sebuah telepon genggan (handphone).

baca juga: DPR Setujui Rencana Pemerintah Bubarkan Kemenristek

"Awalnya kita tangkap dua orang kurir, kemudian kita kembangkan dan menangkap napi dari dalam lapas," kata dia.

Jafriedi menambahkan napi tersebut juga yang memesan kendaraan truk yang akan membawa ganja tersebut ke Jakarta . Dua orang lainnya berinisial TN dan TM yang kini menjadi daftar pencarian orang (DPO) berperan sebagai pengantar ganja dari Aceh .

baca juga: Baleg DPR Setujui Draf RUU SKN

Ganja tersebut telah disimpan di sebuah gudang," kata dia.

Sebelumnya, BNNP Lampung menggagalkan pengiriman sebanyak 248,057 kg narkotika jenis ganja yang dikemas dalam 248 bungkus berwarna coklat.

Ketiganya dijerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No.30 Tahun 2008 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Selain mengamankan ganja , petugas juga mengamankan bukti-bukti berupa satu unit mobil Gran Max dan lima handphone.

Sumber: Antara/Suara.com

Editor: Eko Fajri