Dipolisikan, Novel Baswedan: Pelaporan Itu Aneh

Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Novel Baswedan
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Novel Baswedan (Net)

KLIKPOSITIF - Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Novel Baswedan angkat bicara setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Wakil Ketua Umum DPP PPMK, Joko Priyoski.

Novel Baswedan menyatakan, yang dia sampaikan di akun twitter mengenai wafatnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi merupakan bentuk kepedulian terhadap rasa kemanusiaan.

baca juga: Hujan dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sumatera, Jawa dan Kalimantan

Novel Baswedan merasa aneh dirinya dilaporkan ke polisi. Dia tidak mau menanggpai secara serius laporan tersebut.

"Pelaporan itu aneh, dan tidak ingin saya tanggapi," kata Novel Baswedan kepada suara.com, Kamis (11/2/2021).

baca juga: Kini Suami-Istri, Atta Larang Aurel Pakai Baju Seksi

Novel Baswedan mengatakan yang dia sampaikan di twitter hanya mempertanyakan kenapa ada tahanan kasus penghinaan yang meninggal di tahanan.

"Hampir tidak pernah kita dengar ada tahanan kasus penghinaan meninggal didalam ruang tahanan (rutan).

baca juga: Akibat Gempa di Malang Ratusan Rumah Rusak

Jadi ini ada masalah, bukan hal wajar menahan orang yang sakit," ujarnya.

WP KPK Sayangkan Novel Dipolisikan

baca juga: Terbanyak dalam Sejarah, Pemerintah Bakal Buka 1,2 Juta Formasi CPNS

Wadah Pegawai KPK menyayangkan laporan yang ditujukan terhadap Senior KPK Novel Baswedan .

Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Poernomo mengatakan, pemerintah sangat terbuka atas penyampaian kritik dari masyarakat.

Menurutnya, Novel masih tetap bekerja dalam mengusut sejumlah perkara dalam pemberantasan korupsi.

"Bang Novel sendiri tidak terpengaruh dengan laporan tersebut. Tadi, beliau masih bekerja memimpin satgasnya mengungkap kasus korupsi yang mereka tangani," tuturnya.

Sebelumnya, kicauan Novel lewat akun Twitter @nazaqistha terkait kematian Maaher di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri dinilai telah menimbulkan kegaduhan di publik.

"Dalam cuitan twitter tersebut yang diunggah dan viral tersebut, Novel Baswedan menyampaikan ujaran provokasi yang telah menimbulkan kegaduhan di publik," kata Joko.

Selain itu, Joko juga menuding kicauan Novel telah mendiskreditkan institusi Polri. Padahal, kata dia, Novel tidak memiliki wewenang untuk berbicara terkait kematian Maaher

Editor: Eko Fajri