Wamenkeu: Vaksinasi dan Insentif Perpajakan Jumpstart Ekonomi 2021

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Pemerintah mengambil kebijakan pemberian vaksinasi dan insentif perpajakan untuk meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat. Meningkatnya daya beli akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi . Hal ini dikarenakan lebih dari 50% PDB Indonesia berasal dari konsumsi.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, menyatakan vaksinasi dan insentif perpajakan sebagai jumpstart ekonomi memiliki peran penting.

baca juga: Target Vaksinasi Kepulauan Mentawai Belum Sentuh 50 Persen

"Keduanya harus berjalan beriringan. Dan kami berharap di tahun 2021 konsumsi akan kembali positif. Pemerintah akan terus memberi dukungan sesuai kebutuhan," jelasnya dalam MNC Group Investor Forum 2021.

Pemerintah menjaga konsumsi bagi masyarakat miskin dan rentan miskin dengan pemberian bantuan perlindungan sosial. Namun bagi masyarakat kelas menengah dan kaya, mereka cenderung mengurangi konsumsi dan hanya memenuhi kebutuhan pokoknya, sehingga mengurangi konsumsi barang sekunder dan tersiernya. Untuk itu, Pemerintah memberikan insentif pajak bagi perumahan dan kendaraan bermotor.

baca juga: Terbanyak dalam Sejarah, Pemerintah Bakal Buka 1,2 Juta Formasi CPNS

"Insentif pajak perumahan memiliki efek multiplier yang besar. Industri ini berhubungan dengan 185 sektor lain diantaranya industri baja, semen, kayu, dan lainnya. Pemberian insentif kendaraan bermotor ditujukan agar harga lebih murah sehingga industri akan berjalan," jelas Wamenkeu.

Pemerintah memberikan program vaksinasi untuk mendukung konsumsi masyarakat. Saat ini sebanyak 2,7 juta masyarakat telah divaksin dengan 200 ribu orang yang menerima setiap harinya. " Vaksin meningkatkan keyakinan untuk konsumsi," pungkas Wamenkeu.

baca juga: DPR Setujui Rencana Pemerintah Bubarkan Kemenristek

Editor: Eko Fajri