Darul Siska: Pers Berperan dalam Menciptakan Persatuan Bangsa

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) asal Sumatera Barat (Sumbar), Darul Siska saat sosialisasi Empat Pilar MPR-RI, Optimalisasi Tahap 1, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (7/3/2021).
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) asal Sumatera Barat (Sumbar), Darul Siska saat sosialisasi Empat Pilar MPR-RI, Optimalisasi Tahap 1, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (7/3/2021). (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) asal Sumatera Barat (Sumbar) Darul Siska menyebutkan, pers mempunyai peran penting dalam menciptakan persatuan bangsa.

Darul Siska yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Fraksi Partai Golkar dan duduk di Komisi IX bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan tersebut, juga menyebut media di era reformasi menjadi salah satu pilar demokrasi.

baca juga: Buka Rakorda Gerindra Sumbar di Bukittinggi, Ahmad Muzani: Saya Sedang "Mengkloning" Andre Rosiade

"Pers merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Terutama dalam melakukan fungsi kontrol terhadap pemerintahan," katanya saat sosialisasi Empat Pilar MPR-RI, Optimalisasi Tahap 1, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (7/3/2021).

Ia menambahkan, diharapkan pers dapat menciptakan kualitas demokrasi yang lebih baik dan terus memperhatikan prinsip etika jurnalistik. Pers ini kewenangannya luas, namun ia dibatasi oleh kode etik.

baca juga: Mendag: Revitalisasi Fase VII Pasar Raya Padang Aspirasi Andre Rosiade

Ia menjabarkan, maraknya pandemi Covid-19 saat ini, pers bisa terus berkontribusi mengawal demokrasi. Jangan sampai jadi Infodemic.

"Istilahnya Infodemic, yang merupakan gabungan kata dari informasi dan epidemic, umumnya merujuk pada penyebaran informasi yang cepat dan jauh dari informasi akurat dan tidak akurat tentang sesuatu, seperti misalnya penyakit. Dan ketakutan bercampur dan menyebar sehingga menjadi sulit untuk mempelajari informasi penting tentang suatu masalah," ujarnya.

baca juga: Pasca Kebakaran Kilang Pertamina Balongan Andre Rosiade Sebut Pasokan BBM Aman

Darul mengemukakan, hoaks tentang penyebaran Covid-19 terus naik. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Juni 2020 ada 850 berita hoaks, lalu pada Agustus 2020 naik menjadi 1082 berita hoaks.

"Pada November 2020 terus naik menjadi 1237 berita hoaks dan terakhir pada Januari 2021 terdapat 1387 berita hoaks," katanya.

baca juga: Tampil di VVIP Kompas TV, Andre Rosiade Buka-bukaan Soal Politik

Berita hoaks, lanjut pria kelahiran Talawi, Sawahlunto ini, dapat menyebabkan perpecahan (Disintegrasi) bangsa.

"Alurnya dari berita tidak reliable (dipercaya), ditambah masyarakat yang belum bijak dalam menggunakan media sosial yang berujung pada disintegrasi bangsa," ujarnya.

Menurutnya, peran pers saat ini dari segi informasi memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Dari segi demokrasi untuk menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, supremasi hukum, HAM dan kebhinekaan.

Kemudian dari segi pendapat umum, pers mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar.

"Dari segi kritik, pers dapat melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran. Selanjutnya pers ini juga untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran," kata dia.

Kemudian, demi kemajuan bangsa, pers diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi melalui informasi yang membangun.

"Terkait Covid-19, saya minta pers dapat menangkal informasi hoaks yang marak terjadi di sosial media. Misal soal vaksin dan lainnya," ujarnya lagi.

Penulis: Muhammad Haikal | Editor: Khadijah