Kepiting Bakau, Harta Karun Pasaman Barat yang Terabaikan

Kepiting Bakau Pasaman Barat dari Kampung Maligi
Kepiting Bakau Pasaman Barat dari Kampung Maligi (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Vegetasi Hutan Mangrove yang ada di Kabupaten Pasaman Barat - Sumbar sangat penting keberadaannya. Salah satu nya agar tetap menjaga habitat Kepiting Bakau .

Saat ini, selain permintaan pasar lokal, Kepiting Bakau Pasaman Barat juga mulai jadi sorotan bagi para eksportir dari Padang dan Pekanbaru untuk menyuplai permintaan pasar di Singapura, Malaysia dan negara lainnya.

baca juga: Dua Terduga Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi di Pasaman Barat

Kandungan gizi dan protein dalam Kepiting Bakau ini tidak diragukan lagi, sehingga menjadi salah satu santapan makanan termahal yang masuk dalam deretan menu restoran seafood.

Menurut Surya, salah seorang pemerhati pecinta alam liar dan juga seorang nelayan asal Kampung Maligi, harga jual Kepiting Bakau dalam keadaan mentah mencapai Rp180 ribu perkilogram untuk ukuran 800 gram up.

baca juga: Berada di Zona Kuning, Dinas Kesehatan Klaim Pasaman Barat Terbaik Penanganan Corona di Sumbar

Meski demikian katanya, para nelayan Kepiting Bakau di Pasaman Barat pada kenyataannya belum sepenuhnya sejahtera. Menurutnya ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.

Faktor mempengaruhi itu yakni alat tangkap yang masih mengandalkan tangkapan alam, kualitas air yang semakin menurun, tidak adanya regulasi pemerintah tentang ukuran dan kepiting betina yang bertelur serta yang terakhir pendistribusiannya.

baca juga: Diduga "Bongkar" Bengkel Sepeda Motor di Pasbar, Seorang Pemuda Dibekuk Polisi

Di samping hal itu, keberadaan dari teman Kepiting Bakau seperti Lokan dan Lengkitang yang saat ini sudah banyak dibudidayakan skala rumahan oleh masyarakat. Tentu hal ini menjadi sangat mempengaruhi.

Sepengetahuan Surya, saat ini daerah yang telah berhasil membudidaya Kepiting Bakau adalah daerah Batu Hampar di Kalimantan Barat. Di daerah itu pemerintah setempat memberikan lahan HGU Mangrove sekitar 3.000 hektare kepada warganya.

baca juga: Antisipasi Adanya DPC Tandingan, Pengurus Partai Demokrat Pasbar Datangi Polisi

Selain daerah Batu Hampar ini, ada juga budidaya Kepiting Bakau yang dilakukan di Kepri, yang saat ini menjadi Ekowisata.

Diungkapkan Surya, sejauh ini dirinya telah pernah beberapa kali dihubungi warga asal Pesisir Selatan dan dari Koperasi Karyawan Inalum Sumatera Utara.

Kedua orang atau organisasi yang menghubunginya itu meminta baby kepiting Pasaman Barat untuk dibudidaya di bibit keramba mereka.

"Saya menolak, saya tak ingin daerah ini hanya sebagai pemasok baby kepiting ke ke depannya. Seharusnya Pasaman Barat yang memulai dan menjadi peluang untuk peningkatan ekonomi warga melalui kepiting bakau ," terangnya kepada KLIKPOSITIF , Minggu (7/3/2021).

"Ini peluang untuk pemerintah mensejahterakan masyarakatnya, sehingga Pasaman Barat bisa menjadi daerah mandiri penghasil Kepiting Bakau terbesar dengan membuat budidaya di ranah tuah basamo ini," sambungnya.

Kata Surya, Pasaman Barat ini daerah komplit yang penuh dengan keanekaragaman. Baginya jika hal tersebut menjadi sorotan pemerintah setempat bakal menjadi income terbesar untuk daerah itu.

Meski demikian lanjut Surya, budidaya Kepiting Bakau harus tetap berprinsip pada kelestarian lingkungan. Karena tak sedikit budidaya Kepiting Bakau terbesar, yang tak memperhatikan aspek lingkungan.

Kepiting Bakau adalah harta karun daerah Pasaman Barat , jika benar-benar dimaksimalkan pengelolaannya dengan baik. Ini peluang besar, karena Kepiting bakau adalah komoditi ekspor.

"Jangan sampai daerah lain nantinya kesini hanya mencari bibit dan budidaya nya ditempat lain," tutupnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi