Melihat Upaya Kota Wisata Bukittinggi Bertahan di Masa Pandemi

Walikota Bukitinggi, Erman Safar.
Walikota Bukitinggi, Erman Safar. (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)
BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF

-- Pemerintah Kota Bukittinggi terus melakukan berbagai upaya meningkatkan geliat wisata di tengah-tengah pandemi. Mulai dari rencana membangun wahana wisata baru hingga mendorong pihak terkait memperoleh sertifikat Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) (CHSE).

"Di masa pandemi ini, konsep new normal masih bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, sehingga kita masih bisa bernapas saat ini dibanding di awal-awal masa pandemi dulunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Walikota Bukitinggi, Erman Safar.

baca juga: BPH Migas: Aspirasi Andre Rosiade Berbuah Kenaikan Kuota BBM Bersubsidi di Sumbar

Ia mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang merancang beberapa destinasi wisata baru yang akan segera di bagun. "Sehingga setelah pandemi berakhir, wahana ini bisa jadi tempat baru bagi warga dalam berwisata. Wahana yang akan kita bangun yakni wahana air," tuturnya saat temu media pada acara insentif perjalanan dengan Kemenparekraf RI di Panorama Ngarai Sianok pada Rabu, 3 Maret 2021 lalu.

Selain membangun wahana baru, pihaknya juga sedang mendongkrak perekonomian dengan recofusing anggaran ke pengembangan wisata.

baca juga: Jam Gadang, Peninggalan Hindia - Belanda, Kini jadi Magnet Pariwisata Bukittinggi

"Disisi lain, kita juga sedang menyiapkan standar baku dan formula yang baik untuk wisatawan dan berkeinginan sebagai yang pertama menemukan formula itu sebagai daerah tingkat dua," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membenahi Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan menguatkan konsepnya melalui standar pelayanan yang selama ini juga belum ada. "Kita akan anggarkan ini dan ini akan jadi goal kita dalam menarik wisatawan kesini," terang Erman.

baca juga: Sandiaga Uno Minta Andre Rosiade Borong Sanjai Bukittinggi untuk Prabowo dan Dasco

Sementara itu, tahun 2022, pihaknya akan membuat BUMD di sektor perhotelan. "Ada beberaa aset pemerintah yang kita nilai produktif, sehingga ini bisa kita manfaatkan untuk diijadikan convention hall dan menambah jumlah kamar sehingga lebih fleksibel," ujar alumni Unpad ini.

Erman Safar juga menargetkan ada 2000 kamar di tahun 2024 sehingga lebih fleksibel untuk goal kota itu kedepannya. "Kami juga berharap Kemenparekraf mensupport kami dalam setiap kegiatan wisata disini. Yang pasri jangan lupa support kami," pintanya.

baca juga: Gerindra Dukung Sumbar jadi Destinasi Wisata Halal

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi, Supadria mengatakan, selama pandemi, jumlah wisatawan ke Bukittinggi turun sebanyak 50 persen. "Tahun 2019, kunjungan wisatawan ke Bukittinggi kurang lebih mencapai 1,1 orang, sedangkan tahun 2020 turun hingga 500 ribu orang. Ini penurunan yang sangat signifikan bagi kita," tuturnya.

Ditinjau Kemenparekraf

Supadria menuturkan bahwa pihak Kemenparekraf telah melakukan kunjungan ke Bukittinggi pada minggu lalu terkait penerapan CHSE. Dalam kunjungan itu mereka diterima langsung oleh walikota Erman Safar. "Semoga ada nilai positif dari kunjungan itu sehingga ada tambahan nilai hibah bagi kota kita untuk pelaku usaha," jelasnya.

Sebelumnya, Bukittinggi mendapat dana hibah sebanyak Rp6 miliar. Pihaknya berharap tahun ini dana itu bisa bertambah karena sudah ada sepuluh hotel dan satu restoran yang sudah memiliki sertifikat CHSE.

Editor: Fitria Marlina