Kedatangan Jenazah Afriyanda Disambut Isak Tangis Keluarga

Jenazah Afriyanda (35) dibawa ke rumah duka.
Jenazah Afriyanda (35) dibawa ke rumah duka. (klikpositif/ Eko Fajri)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Kedatangan jenazah Afriyanda (35), korban kapal tenggelam di perairan Batam, bermuatan 101 orang, pada Rabu 2 November 2016, Afriyanda (35) disambut isak tangis keluarga saat sampai di rumah duka.

Jenazah sampai dirumah duka pada Selasa, 8 November 2016, pukul 13.30 Wib, yang diantar pihak BNP2TKI, yang menyerahkan lansung almarhum pada pihak keluarga.

baca juga: Dapat Rekomendasi Ombudsman dan Disdik, SMKN 2 Padang Akan Pertegas Aturan Tata Tertib Berpakaian

Kedatangan jenazah yang dibawa dengan mobil jenazah berwarna silver, lansung disambut pihak keluarga dengan isak tangis.

Setelah disemayamkan beberapa saat dirumah duka, jenazah lansung diberangkatkan ke pemakaman dengan menggunakan ambulance puskesmas Lubuk Begalung, selikitar pukul 14.00 Wib.

baca juga: Polisi Tangkap Seorang Pemuda Diduga Pengedar Sabu di Pariaman

Sebelumnya diberitakan, Afriyanda (35), TKI asal padang yang diketahui menjadi salah satu korban tenggelamnya kapal bermuatan 101 orang, pada Jumat 4 November 2016, diberangkatkan dari Bandara Hangnadim, Batam pukul 11.00 Wib.

Kakak ipar korban, Syafrinaldi, di rumah duka, Padang 8 November 2016, mengatakan, almarhum rencananya dimakamkan hari ini di pemakaman keluarga, dikawasan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan.

baca juga: Dianggarkan Miliaran Rupiah, Masjid di Padang Ini Akan Diubah Jadi Islamic Center

Afriyanda yang merupakan anak ke empat dari 10 bersaudara, disemayamkan di rumah duka Blok M Nomor 2 Komplek Perumahan Rimbo Data, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang , sekitar 30 menit.

Sebelumnya, dijelaskan pihak keluarga, orang tua Afriyanda belum diberitahu perihal meninggalnya korban. Baru pada malam tadi, Senin 7 November 2016, Nofriza diberitahu.

baca juga: Pengacara Orangtua Pelajar Non Muslim Bertemu dengan Pihak Sekolah, Ini Hasil Pembicaraannya

"Sebelumnya kita sudah mengetahui informasi adanya kapal tenggelam yang membawa sejumlah TKI dari malaysia. Namun kita terus berupaya memastikan apakah dia merupakan salah satu korban," kata Safrinadi.

Untuk memastikannya Senin pagi adik korban, Diki, sudah berangkat ke Batam, setelah diminta pihak BNP2TKI, sebelum beberapa wartawan datang kerumah korban. (*)

Penulis: Eko Fajri