BP3TKI: Afriyanda Tidak Berangkat Melalui BNP2TKI

Jenazah Afriyanda (35) dibawa ke rumah duka.
Jenazah Afriyanda (35) dibawa ke rumah duka. (klikpositif/ Eko Fajri)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kota Padang , menyatakan, Afriyanda (35), warga daerah tersebut yang menjadi salah satu korban tenggelam kapal di perairan Batam, Kepulauan Riau, Rabu 2 November 2016, tidak terdaftar berangkat ke Malaysia melalui BNP2TKI.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI, Valerie Christie Faisal, di Padang , Selasa 8 November 2016, mengatakan, korban tenggelamnya kapal di perairan Batam asal Padang ini, adalah WNI sebab almarhum tidak terdaftar dalam BNP2TKI.

baca juga: Dapat Rekomendasi Ombudsman dan Disdik, SMKN 2 Padang Akan Pertegas Aturan Tata Tertib Berpakaian

"Statusnya adalah WNI di Malaysia, sejak 2005, dan berencana pulang habis ke Padang untuk menetap.  Dia tidak berangkat melalui BNP2TKI, sebab itu statusnya kami anggap bukan TKI, namun secara garis besar WNI," kata Valerie.

Ia menambahkan, ia berangkat sendiri dan punya kontrak sendiri disana, demikian juga dengan majikan almarhum yang menentukan sendiri.

baca juga: Polisi Tangkap Seorang Pemuda Diduga Pengedar Sabu di Pariaman

Diakui Valerie, BP3TKI tidak memiliki data khusus dalam sistem tentang Afriyanda. Namun karena almarhum tercatat sebagai WNI, BP3TKI bertanggungjawab menyelesaikan permasalahannnya.

"Tanggungjawab kami adalah proses pemulangan jenazah, mulai dari Batam, sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan kemudian menyerahkannya pada pihak keluarga di rumah duka untuk dimakamkan," jelasnya.

baca juga: Dianggarkan Miliaran Rupiah, Masjid di Padang Ini Akan Diubah Jadi Islamic Center

BP3TKI menjelaskan, Afriyanda diketahui meninggal dunia sejak Sabtu, 5 November 2016, oleh tim dokter DVI Polri, namun karena ada proses yang harus dijalani untuk pemulangan jenazah, sehingga baru pada Selasa 8 November 2016, almarhum bisa diserahkan pada pihak keluarga.

Sehubungan dengan itu, sebelumnya diberitakan Afriyanda (35), TKI asal Padang , diketahui menjadi salah satu korban tenggelamnya kapal bermuatan 101 orang, pada Rabu 2 November 2016.

baca juga: Pengacara Orangtua Pelajar Non Muslim Bertemu dengan Pihak Sekolah, Ini Hasil Pembicaraannya

Kakak ipar korban, Syafrinaldi, di rumah duka, mengatakan, almarhum dimakamkan hari ini di pemakaman keluarga, dikawasan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan.

Afriyanda yang merupakan anak ke empat dari 10 bersaudara, sebelum dimakamkan disemayamkan terlebih dahulu di Blok M Nomor 2 Komplek Perumahan Rimbo Data, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang . (*)

Penulis: Eko Fajri