Integritas KPK Ternodai, Pegawai Sendiri Colong Barang Bukti Emas 1,9 Kilogram

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - - Seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) berinisial IGA dipecat karena terbukti mencuri barang sitaan milik koruptor berupa emas batangan mencapai 1.900 gram. Pemecatan itu dilakukan lantaran perbuatan IGA telah mencederai integritas KPK .

Pemberhentian secara tidak terhormat terhadap IGA itu disampaikan Ketua Dewan Pengawa (Dewas) KPK Tumpak Hatorongan saat memimppin sidang etik secara virtual di Gedung KPK Lama C-1, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

baca juga: Cari 3 Korban Perahu Terbalik, Tim SAR 50 Kota Temukan Tas Hitam di Sungai

Tumpak mengatakan, jika IGA merupakan anggota Satgas dan ditugaskan Direktorat Penyimpanan Barang Bukti dan Sitaan atau Labuksi KPK .

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorongan mengaku selama kurang lebih dua minggu terakhir melakukan proses sidang etik terhadap pegawai berinisial IGA.

baca juga: Umar Patek Terima Remisi Lebaran: Alhamdulillah

"Benar, bahwa di dalam dua minggu kami lakukan persidangan terhadap pelanggaran kode etik oleh seorang insan KPK yang kebetulan sebagai anggota satgas yang ditugaskan menyimpan mengelola barbuk yang ada pada direktorat labuksi yang ada di KPK ," kata Tumpak.

Tumpak mengatakan, atas perbuatannya itu, IGA pantas dipecat dari KPK .

baca juga: 3.448 Orang Positif Covid dan 99 Orang Meninggal di Hari Lebaran

"Majelis memutuskan bahwa yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman berat yaitu memberhentikan dengan tidak hormat," ucap Tumpak.

Menurut Tumpak, barang bukti emas yang dicuri oleh pegawai berinisial IGA cukup banyak.

baca juga: Ustaz di Agam Meninggal Saat Khotbah Salat Idul Fitri

"Barbuk itu jumlahnya cukup banyak ada empat kalau ditotal semua bentuknya emas batangan jumlahnya 1.900 gram, jadi kurang 100 gram 2 kilo," ungkap Tumpak.

Tumpak menegaskan perbuatan IGA telah merugikan keuangan negara. Sekaligus juga telah menodai integritas seluruh insan KPK .

"Karena perbuatannya menimbulkan dampak merugikan dan berpotensi merugikan keuangan negara dan sudah terjadi bahwa citra KPK sebagai orang kenal memiliki integritas sudah ternodai oleh perbuatan yang bersangkutan," imbuh Tumpak.

Editor: Eko Fajri