Didatangi Warga dan BNN di Kantor Gerindra, Ketua DPRD Pasaman Barat Minta Maaf

Suasana saat warga melakukan penggrebekan di Kantor DPC Partai Gerindra Pasaman Barat
Suasana saat warga melakukan penggrebekan di Kantor DPC Partai Gerindra Pasaman Barat (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Ketua DPRD Pasaman Barat, Sumatera Barat inisial PH meminta maaf kepada warga karena diduga telah minimbulkan kesalahpahaman ditengah warga Jorong Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman akibat dirinya didapati tengah berdua dengan sekretaris pribadi nya inisial AS, Senin (19/4/2021) malam di Kantor Gerinda setempat pada Senin (19/5) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Surat permintaanmaaf itu dibuat oleh Ketua DPRD setelah dirinya bersama sekretaris pribadinya didapati warga dan aparat kepolisian serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasaman Barat di Kantor Gerindra. Surat itu dibacakan oleh ajudannya Torang di hadapan petugas dan warga Jorong Kampung Cubadak di Kantor DPC Gerindra Selasa (20/4) sekitar pukul 00.16 WIB.

baca juga: Mondi Harto Jadi Ketua KONI Pasbar, Anggota DPRD Sumbar Ini Siap Bantu dengan Dana Pokir

Dalam surat pernyataan itu disebutkan kesalahan itu menyebabkan pemuda atau warga setempat menjadi salah paham.

Untuk itu ia mengaku salah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Ia atas nama pribadi beserta pihak keluarga AS memohon maaf sebesar-besarnya kepada pemuda khususnya warga Kejorongan Kampung Cubadak.

baca juga: Mondi Harto Terpilih Jadi Ketua KONI Pasaman Barat

"Saya tidak ada niat membuat warga masyarakat salah paham. Demikianlah surat pernyataan ini saya buat. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih," tulisnya yang dibacakan ajudannya tersebut..

Surat pernyataan itu ditandatangani oleh PH orang tua perempuan A dan Jorong Kampung Cubadak Roby.

baca juga: Baru Diperbaiki, Jalan Provinsi Sungai Garinggiang-Agam Kembali Terancam Amblas

Terkait hal itu, Jorong Kampung Cubadak Roby mengatakan informasi dari warga terjadi penangkapan di kantor Gerindra.

"Menurut pengakuannya tidak berbuat apa-apa hanya berdua di dalam kantor itu. Saat pemuda dan warga datang, bapak itu langsung membuka pintu dan langsung keluar," katanya.

baca juga: Bupati Pasbar Keluarkan 8 Imbauan Pembatasan Kegiatan, Begini Isinya

Sementara itu Kepala BNN Pasaman Barat Irwan Effendry mengatakan awalnya bersama Satuan Reskrimnarkoba Polres Pasaman Barat melakukan penggerebekan pada Kantor DPC Gerindra setempat pada Senin (19/4) malam.

"Benar, kami bersama jajaran Polres Pasaman Barat serta masyarakat menggrebek kantor Gerindra karena ada laporan penyalahgunaan narkoba," katanya.

Menurutnya info dari masyarakat ada penyalahgunaan narkoba. Sesuai arahan Kepala Polres Pasaman Barat, tim gabungan langsung menuju kantor itu.

Sesampai di lokasi kondisi kantor tertutup dan saat itu pintu dibuka oleh Ketua DPRD Pasaman Barat.

Setelah pintu dibuka oleh Ketua DPRD pihaknya menggeledah dan diperiksa dalam kantor itu tidak ditemukan sedikitpun jenis narkoba dan jenis lainnya.

Kemudian pemuda dan warga sekitar berdatangan dan menemukan seorang perempuan di dalam kantor itu, tepatnya di kamar tempat sholat.

"Kita tidak bisa melakukan tes urine karena tidak ada dasar melakukannya karena tidak menemukan sedikitpun barang bukti baik narkoba ataupun alat pendukung lainnya. Kalau persoalan ada wanita di dalamnya itu urusan pemuda setempat untuk menyelesaikannya," sebutnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Satuan Satreskrim Narkoba Iptu Eri Yanto dimana penggerebekan dilakukan karena ada laporan masyarakat indikasi penyalahgunaan narkoba di kantor Gerindra.

"Sesuai arahan pimpinan maka kami bersama BNNK turun melakukan penggerebekan namun tidak ditemukan barang bukti narkoba atau narkotika," katanya.

Pantauan langsung di lapangan penggerebekan itu menjadi perhatian warga sekitar.

Saat berupaya dikonfirmasi ke Ketua DPRD Pasaman Barat PH di lokasi kejadian, ia tidak bersedia dan langsung pergi menuju mobilnya sambil berlalu tak menggubris permintaan wawancara dari wartawan.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Eko Fajri