Bocah 7 Bulan Ini Tersiram Air Panas, Kondisinya Memprihatinkan

Reza terbaring di pangkuan neneknya dan ditemani ibunya saat dalam perawatan di RSUP DR M Djamil Padang.
Reza terbaring di pangkuan neneknya dan ditemani ibunya saat dalam perawatan di RSUP DR M Djamil Padang. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Seorang bocah berusia 7 bulan harus mengalami kondisi yang mengenaskan karena secara tidak sengaja tersiram air panas saat sedang duduk di dalam rumahnya di Jalan Lingkar Barung-barung Belantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan-Sumbar.

Bocah yang bernama Reza Vernandes ini mengalami luka serius di bagian perut dan punggung serta seputaran pinggangnya akibat siraman air panas tersebut. Kulit bocah itupun memerah dan terlihat kontras dengan warna kulitnya yang kuning langsat. Tidak itu saja, bagian kelamin bocah malang itu pun terkena siraman air panas.

baca juga: Dapat Rekomendasi Ombudsman dan Disdik, SMKN 2 Padang Akan Pertegas Aturan Tata Tertib Berpakaian

Kejadian tragis yang menimpa anak pasangan Mustafa (36) dan Yanti (24) tersebut bermula sang ayah hendak membuat kopi sepulangnya dari sawah, Minggu 13 November 2016 sore. Hari nahas itu, Mustafa membawa sebuah termos berisi air panas untuk menyeduh kopi dan berjalan di rumah mereka yang lantainya terbuat dari papan.

"Saat ayahnya pulang dari sawah dan mencari air panas di dapur untuk bikin kopi. Dia membawa termos itu ke tengah rumah dan tidak sengaja tumpah ke tubuh Reza," sebut Yanti saat ditemui KLIKPOSITIF di Ruang Rawat Inap Luka Bakar RSUP DR. M. Djamil Padang , Senin 14 November 2016.

baca juga: Polisi Tangkap Seorang Pemuda Diduga Pengedar Sabu di Pariaman

Seketika, raungan tangis Reza pun terdengar dari dalam rumah. Bocah itu menangis sejadinya dan tidak kuat menahan sakit akibat siraman air panas tersebut. Panik, Yanti dan suaminya langsung membawa Reza ke Puskesmas setempat. Namun, pihak Puskesmas merujuk ke RSUD M Zein Painan karena kekurangan peralatan.

"Sampai di RSUD M Zein Painan, Reza pun tidak bisa ditangani oleh dokter disana dan harus dirujuk ke RSUP DR. M Djamil Padang ," tutur Yanti.

baca juga: Dianggarkan Miliaran Rupiah, Masjid di Padang Ini Akan Diubah Jadi Islamic Center

Ibarat pepatah, sudahlah jatuh tertimpa tangga pula. Yanti saat ini kebingungan untuk membayar biaya pengobatan Reza di RSUP DR. M. Djamil Padang . Ibu tiga anak ini sama sekali tidak memiliki simpanan, begitu juga dengan suamiya. Selain itu, kartu jaminan kesehatan seperti BPJS juga tidak mereka miliki.

“Kami tidak punya biaya sama sekali. Jangankan untuk biaya rumah sakit, untuk makan sehari-hari saja kami sangat susah," kata Yanti sambil sembari mengipas dan menyusui anak bungsunya itu.

baca juga: Pengacara Orangtua Pelajar Non Muslim Bertemu dengan Pihak Sekolah, Ini Hasil Pembicaraannya

Matanya tampak sembab dan air matanya pun mengalir. Sambil menggendong Reza, Yanti masih berharap ada bantuan yang bisa meringankan beban yang mereka alami. “BPJS sedang diurus di kampung, namun status disini masih umum tentu akan mengeluarkan biaya banyak. Kami tidak tahu harus mengadu kemana,” harapnya saat ditemani sang ibu, Erawati (65).

Sementara, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP DR. M. Djamil Padang , Gustafianof membenarkan tentang status Reza yang masih dirawat umum. Dia sudah mendapatkan perawatan dari dokter luka bakar.

Bocah 7 bulan itu mengalami luka bakar pada badan bagian depan dan belakang serta terdapat luka pada bagian alat kelamin. "Kondisi Reza saat ini sudah kami tangani dan kemungkinan akan dioperasi dalam waktu dekat. Namun, saat ini statusnya masih pasien umum," tutup Gustafianof.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto