Jam Gadang, Peninggalan Hindia - Belanda, Kini jadi Magnet Pariwisata Bukittinggi

Jam Gadang Bukittinggi
Jam Gadang Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Jam Gadang didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda atas perintah dari Ratu Wilhelmina dari Belanda. Jam ini merupakan hadiah bagi sekretaris (controleur) Kota Bukittinggi (Fort de Kock) yang menjabat saat itu yakni HR Rookmaaker.

Konstruksi bangunan menara jam ini dibangun oleh arsitek asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh. Pembangunannya secara resmi selesai pada tahun 1926 dengan menghabiskan dana mencapai 3.000 Gulden.

baca juga: Wagub Sumbar Kunjungi Kampung Sidat di Cilacap

Kamis (22/4), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi peninggalan Hindia - Belanda itu. Sandi didampingi Didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, Walikota Bukittinggi Erman Safar, Wakil Walikota Bukittinggi Marfendi dan para pejabat lainnya.

"Tidak salah rasanya Jam Gadang menjadi simbol kota ini. Bangunan peninggalan era Hindia-Belanda tersebut daya tarik bagi para wisatawan untuk ingin melihat Jam Gadang yang sangat exotik," kata Sandiaga Uno .

baca juga: Kemenkomarves Janji Kawal Percepatan RDF di Sumbar

Tanpa meninggalkan momen, Sandiaga Uno langsung mengabadikan melalui kamera HP untuk berfoto selfi di atas Jam Gadang .

"Dari atas Jam Gadang terlihat pemandangan yang sangat cantik membawa perasaan tenang. Ada suatu kemegahan tersendiri melihat gunung Merapi dan Singgalang," ucapnya.

baca juga: General Manager Hotel Pangeran Beach Soedjoko Terpilih sebagai Ketua IHGMA Sumbar

Selanjutnya rombongan juga mengunjungi Taman Panorama Ngarai Sianok dan Gua Jepang yang merupakan destinasi unggulan dari kota Bukittinggi. Dihadapan awak media Sandiaga Uno menyebutkan Kota Bukittinggi memiliki destinasi dunia dan tulang punggung wisata di Sumbar.

Kemudian, Wagub Sumbar Audy Joinaldy menambahkan, selain Bukittinggi kota wisata, Sumbar juga merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak geopark dan tiga sudah masuk nasional dan empatnya sedang proses.

baca juga: Lewat Grab, Wagub Sumbar Harapkan Presentase Vaksinasi Lansia Meningkat

Sumbar memiliki tujuh geopark dan ini bisa menjadi geopark series. Adanya geopark series ini tentu banyak iven yang bisa kita lakukan seperti iven sport.

"Semoga dengan semangat pak menteri ini, dapat menggairahkan kembali pariwisata di Sumbar," harap Audy. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir